Menjawab Tantangan SDM Asuransi, iLearn Future Leader Ajang Kolaboratif Lintas Sektor
Selasa, 03 Juni 2025 - 22:43 WIB
loading...
iLearn Thematic digelar sebagai respons atas tantangan besar yang dihadapi industri asuransi nasional, mulai dari disrupsi digital, regulasi ketat, hingga menurunnya kepercayaan publik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re melalui Indonesia Re Institute menggelar iLearn Thematic Webinar bertajuk “Future-Ready Talent in Insurance: Capacity, Competency, and Culture”sebagai bagian dari iLearn Program. Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif lintas sektor yang menghadirkan regulator, BUMN, dan praktisi industri untuk membahas strategi penguatan sumber daya manusia ( SDM ) di sektor perasuransian.
Webinar ini digelar sebagai respons atas tantangan besar yang dihadapi industri asuransi nasional , mulai dari disrupsi digital, regulasi ketat, hingga menurunnya kepercayaan publik. Salah satu fokus utama diskusi adalah kesenjangan antara kapasitas SDM saat ini dan kebutuhan kompetensi masa depan.
Baca Juga: Komitmen Reasuransi Indonesia Bangun Sarana Informasi Publik yang Komprehensif
Robbi juga menekankan pentingnya kerangka pengembangan kepemimpinan yang terintegrasi dengan strategi bisnis, termasuk kemampuan menghadapi disrupsi digital dan menciptakan produk yang inklusif dan berkelanjutan.
Regulasi OJK Dorong Penguatan SDM
Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No. 34 Tahun 2024 mewajibkan perusahaan perasuransian menyediakan program pelatihan berkelanjutan dan memastikan sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) resmi.
“Fokus utama kami adalah membangun sektor asuransi yang sehat, efisien, dan mampu melindungi konsumen. SDM kompeten adalah kunci dari semua itu," ujar Direktur Pengaturan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Sesriwati.
Sementara itu Direktur Human Capital Biofarma dan pengurus FHCI BUMN, Endang Suraningsih mengungkapkan tantangan ganda yang dihadapi industri: perkembangan teknologi dan perbedaan generasi. “Kita butuh pendekatan lintas generasi yang adaptif. Pendekatan Triple L: Leadership, Learning, Legacyadalah strategi membentuk SDM tangguh secara nilai dan kompetensi,” ujarnya.
Inovasi dalam Pengembangan Talenta
Mandiri Corporate University, Bramantyo Jati Prasojo menambahkan, bahwa sektor jasa keuangan harus terus berinovasi. Bank Mandiri, katanya, menerapkan pendekatan mission-based development dengan unsur gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif.
“SDM kami didorong untuk aktif menulis, berbagi pengetahuan, dan melakukan mentoring. Ini membentuk budaya belajar yang hidup di tempat kerja,” ungkapnya.
Baca Juga: Cegah Investasi Berisiko, OJK Terbitkan Aturan Baru Asuransi dan Reasuransi
Webinar ini menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan institusi pendidikan sangat penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Inisiatif seperti reverse mentoring, pelatihan berbasis kompetensi, dan pengembangan digital capability disebut sebagai langkah strategis ke depan.
Indonesia Re menegaskan, komitmennya untuk terus menjadi thought leader dalam pengembangan SDM industri asuransi. Melalui iLearn Program, perusahaan bertekad menciptakan platform pembelajaran yang relevan, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Webinar ini digelar sebagai respons atas tantangan besar yang dihadapi industri asuransi nasional , mulai dari disrupsi digital, regulasi ketat, hingga menurunnya kepercayaan publik. Salah satu fokus utama diskusi adalah kesenjangan antara kapasitas SDM saat ini dan kebutuhan kompetensi masa depan.
Kesenjangan Kompetensi Jadi Sorotan
Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM, dan Corporate Secretary Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid menyoroti masih lebarnya gap antara kebutuhan industri dan kesiapan SDM yang tersedia. “Banyak SDM potensial, namun belum memiliki jalur pengembangan yang terstruktur. Kesenjangan antara kemampuan teknis dan kepemimpinan strategis adalah tantangan nyata,” ujarnya.Baca Juga: Komitmen Reasuransi Indonesia Bangun Sarana Informasi Publik yang Komprehensif
Robbi juga menekankan pentingnya kerangka pengembangan kepemimpinan yang terintegrasi dengan strategi bisnis, termasuk kemampuan menghadapi disrupsi digital dan menciptakan produk yang inklusif dan berkelanjutan.
Regulasi OJK Dorong Penguatan SDM
Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No. 34 Tahun 2024 mewajibkan perusahaan perasuransian menyediakan program pelatihan berkelanjutan dan memastikan sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) resmi.
“Fokus utama kami adalah membangun sektor asuransi yang sehat, efisien, dan mampu melindungi konsumen. SDM kompeten adalah kunci dari semua itu," ujar Direktur Pengaturan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Sesriwati.
Sementara itu Direktur Human Capital Biofarma dan pengurus FHCI BUMN, Endang Suraningsih mengungkapkan tantangan ganda yang dihadapi industri: perkembangan teknologi dan perbedaan generasi. “Kita butuh pendekatan lintas generasi yang adaptif. Pendekatan Triple L: Leadership, Learning, Legacyadalah strategi membentuk SDM tangguh secara nilai dan kompetensi,” ujarnya.
Inovasi dalam Pengembangan Talenta
Mandiri Corporate University, Bramantyo Jati Prasojo menambahkan, bahwa sektor jasa keuangan harus terus berinovasi. Bank Mandiri, katanya, menerapkan pendekatan mission-based development dengan unsur gamifikasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif.
“SDM kami didorong untuk aktif menulis, berbagi pengetahuan, dan melakukan mentoring. Ini membentuk budaya belajar yang hidup di tempat kerja,” ungkapnya.
Baca Juga: Cegah Investasi Berisiko, OJK Terbitkan Aturan Baru Asuransi dan Reasuransi
Webinar ini menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan institusi pendidikan sangat penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Inisiatif seperti reverse mentoring, pelatihan berbasis kompetensi, dan pengembangan digital capability disebut sebagai langkah strategis ke depan.
Indonesia Re menegaskan, komitmennya untuk terus menjadi thought leader dalam pengembangan SDM industri asuransi. Melalui iLearn Program, perusahaan bertekad menciptakan platform pembelajaran yang relevan, inklusif, dan berorientasi masa depan.
(akr)
Lihat Juga :