China Tutup Keran Ekspor Mineral Langka, AS Panik Cari Pasokan Alternatif

Kamis, 05 Juni 2025 - 12:01 WIB
loading...
A A A
Di Wuzhou dan Yunfu, otoritas setempat bahkan membentuk sistem patroli gabungan untuk memburu penambang nakal. Kebijakan China ini merupakan respons atas sanksi teknologi AS yang melarang ekspor mesin jet canggih dan perangkat desain chip ke Negeri Tirai Bambu. Ketegangan memuncak setelah pembicaraan AS-China di Jenewa pada 10-11 Mei gagal mencairkan hubungan.

Data bea cukai China menunjukkan, ekspor magnet tanah jarang ke AS merosot 58,5% hanya 246 ton pada April 2025. Negara-negara seperti Jepang, India, dan Uni Eropa pun dilaporkan mati-matian lobi Beijing agar ekspor segera dibuka.

Sementara, sejumlah perusahaan teknologi dan otomotif global seperti Tesla, Apple, dan Lockheed Martin diperkirakan akan terdampak oleh pembatasan pasokan mineral langka dari China. Hal ini mendorong AS untuk mencari alternatif rantai pasok, meski prosesnya diperkirakan memerlukan waktu dan investasi besar.

Baca Juga: Harta Karun Emas Rp73,4 Triliun Temuan Petani di Kebunnya Sendiri Disita Negara

China juga menemukan adanya kolusi antara entitas asing dan domestik untuk menghindari kontrol ekspor melalui penyelundupan dan alih muatan lewat negara ketiga. Oleh karena itu, Beijing mengintensifkan pemeriksaan bea cukai dan investigasi terhadap jaringan ilegal tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Rekomendasi
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Berita Terkini
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved