BTN Resmi Caplok Bank Victoria Syariah, Nilainya Rp1,5 Triliun
Kamis, 05 Juni 2025 - 17:39 WIB
loading...
BTN resmi mengakuisisi 100% saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS), anak usaha PT Bank Victoria International Tbk, dengan nilai akuisisi sebesar Rp1,5 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN resmi mengakuisisi 100% saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS), anak usaha PT Bank Victoria International Tbk, dengan nilai akuisisi sebesar Rp1,5 triliun. Transaksi ini merupakan bagian dari langkah strategis BTN dalam memperkuat lini bisnis syariahnya melalui pembentukan entitas bank umum syariah tersendiri.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P Napitupulu mengungkapkan, bahwa akuisisi ini merupakan tahap awal dari proses spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menjadi bank umum syariah mandiri yang sesuai dengan ketentuan POJK maupun UU P2SK.
“Ini adalah bagian dari integrasi di mana BTN akan men-spin-off unit usahanya jadi bank syariah yang memenuhi POJK atau P2SK sehingga nanti setelah transaksi ini kami akan melakukan proses spin-off kurang lebih 2-3 bulan dari hari ini,” jelas Nixon dalam sambutannya saat penandatanganan akta jual beli di Menara BTN, Kamis (5/6/2025).
Baca Juga: Laba Bersih BTN Syariah Melesat 110,5%, KPR Syariah Makin Diminati
“Dan itu resmi menjadi bank, bank yang bukan unit usaha lagi tapi jadi bank umum syariah,” imbuhnya.
Ia menargetkan, proses spin-off BTN Syariah akan rampung pada Oktober-November 2025. Bahkan, menurut Nixon, nama baru bank hasil spin-off tersebut sudah ada “ancarnya” dari Presiden RI, namun belum bisa diumumkan secara resmi.
“Kemudian proses spin-off ini kita rencanakan tadi sekitar Oktober-November 2025, dan sebenarnya ini sudah ada ancar-ancar nama barunya, Pak. Tapi bukan dari saya. Bahkan ini dari Presiden Republik Indonesia. Nanti namanya kita nggak boleh umumin sekarang karena beliau belum teken,” ujar Nixon.
Lebih lanjut, BTN berkomitmen mengembangkan Bank Victoria Syariah sebagai bank syariah digital yang progresif, inklusif, dan efisien. BTN akan mengintegrasikan sistem teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, model bisnis, hingga tata kelola dalam transformasi bank syariah ke depan.
“Kami ingin Victoria Syariah melaju dengan roadmap yang jelas dan progresif. Fokus kami adalah menjadikannya bank digital syariah yang efisien, inklusif, dan berbasis nilai-nilai syariah,” tegas Nixon.
BTN juga menargetkan agar bank hasil spin-off ini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia dalam waktu yang tidak lama. “Kita udah janji ke Pak Menteri untuk menjadikan bank ini menjadi bank syariah terbesar kedua. Fokus pada layanan digital inklusif, efisien, dan berbasis nilai bank syariah,” tambahnya.
Langkah akuisisi ini disambut baik oleh jajaran manajemen PT Bank Victoria Syariah. Direktur Utama Bank Victoria, Aldo Yusuf Cahaya menyatakan, optimismenya bahwa akuisisi ini akan membawa manfaat besar bagi institusi dan para pemangku kepentingan.
“Kami optimistis bahwa Bank Victoria Syariah di bawah kepemilikan BTN akan berkembang menjadi lembaga keuangan syariah yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan,” kata Aldo.
Baca Juga: Istana Restui Spin Off, UUS BTN Siap Beroperasi sebagai Bank Umum Syariah
Ia juga menambahkan, bahwa akuisisi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional. “Harapan kami, Bank Victoria Syariah dapat berkembang menjadi salah satu institusi keuangan syariah terkemuka yang tidak hanya melayani nasabah dengan baik, tetapi juga turut berperan aktif dalam memperluas dan memperkuat industri keuangan syariah di Indonesia,” tutup Aldo.
Akuisisi ini dilakukan sepenuhnya melalui pendanaan internal BTN yang telah disesuaikan dengan rencana bisnis bank. Penandatanganan akta jual beli dilakukan oleh jajaran manajemen kedua belah pihak di Menara BTN, Jakarta.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P Napitupulu mengungkapkan, bahwa akuisisi ini merupakan tahap awal dari proses spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menjadi bank umum syariah mandiri yang sesuai dengan ketentuan POJK maupun UU P2SK.
“Ini adalah bagian dari integrasi di mana BTN akan men-spin-off unit usahanya jadi bank syariah yang memenuhi POJK atau P2SK sehingga nanti setelah transaksi ini kami akan melakukan proses spin-off kurang lebih 2-3 bulan dari hari ini,” jelas Nixon dalam sambutannya saat penandatanganan akta jual beli di Menara BTN, Kamis (5/6/2025).
Baca Juga: Laba Bersih BTN Syariah Melesat 110,5%, KPR Syariah Makin Diminati
“Dan itu resmi menjadi bank, bank yang bukan unit usaha lagi tapi jadi bank umum syariah,” imbuhnya.
Ia menargetkan, proses spin-off BTN Syariah akan rampung pada Oktober-November 2025. Bahkan, menurut Nixon, nama baru bank hasil spin-off tersebut sudah ada “ancarnya” dari Presiden RI, namun belum bisa diumumkan secara resmi.
“Kemudian proses spin-off ini kita rencanakan tadi sekitar Oktober-November 2025, dan sebenarnya ini sudah ada ancar-ancar nama barunya, Pak. Tapi bukan dari saya. Bahkan ini dari Presiden Republik Indonesia. Nanti namanya kita nggak boleh umumin sekarang karena beliau belum teken,” ujar Nixon.
Lebih lanjut, BTN berkomitmen mengembangkan Bank Victoria Syariah sebagai bank syariah digital yang progresif, inklusif, dan efisien. BTN akan mengintegrasikan sistem teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, model bisnis, hingga tata kelola dalam transformasi bank syariah ke depan.
“Kami ingin Victoria Syariah melaju dengan roadmap yang jelas dan progresif. Fokus kami adalah menjadikannya bank digital syariah yang efisien, inklusif, dan berbasis nilai-nilai syariah,” tegas Nixon.
BTN juga menargetkan agar bank hasil spin-off ini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia dalam waktu yang tidak lama. “Kita udah janji ke Pak Menteri untuk menjadikan bank ini menjadi bank syariah terbesar kedua. Fokus pada layanan digital inklusif, efisien, dan berbasis nilai bank syariah,” tambahnya.
Langkah akuisisi ini disambut baik oleh jajaran manajemen PT Bank Victoria Syariah. Direktur Utama Bank Victoria, Aldo Yusuf Cahaya menyatakan, optimismenya bahwa akuisisi ini akan membawa manfaat besar bagi institusi dan para pemangku kepentingan.
“Kami optimistis bahwa Bank Victoria Syariah di bawah kepemilikan BTN akan berkembang menjadi lembaga keuangan syariah yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan,” kata Aldo.
Baca Juga: Istana Restui Spin Off, UUS BTN Siap Beroperasi sebagai Bank Umum Syariah
Ia juga menambahkan, bahwa akuisisi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional. “Harapan kami, Bank Victoria Syariah dapat berkembang menjadi salah satu institusi keuangan syariah terkemuka yang tidak hanya melayani nasabah dengan baik, tetapi juga turut berperan aktif dalam memperluas dan memperkuat industri keuangan syariah di Indonesia,” tutup Aldo.
Akuisisi ini dilakukan sepenuhnya melalui pendanaan internal BTN yang telah disesuaikan dengan rencana bisnis bank. Penandatanganan akta jual beli dilakukan oleh jajaran manajemen kedua belah pihak di Menara BTN, Jakarta.
(akr)
Lihat Juga :