Laba Bersih BTN Syariah Melesat 110,5%, KPR Syariah Makin Diminati
Selasa, 13 Februari 2024 - 23:31 WIB
loading...
Tren permintaan KPR Syariah yang terus meningkat menjadi berkah tersendiri untuk BTN Syariah. Unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ini membukukan lonjakan pembiayaan sepanjang tahun 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tren permintaan KPR Syariah yang terus meningkat menjadi berkah tersendiri untuk BTN Syariah . Unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ini membukukan lonjakan pembiayaan sepanjang tahun 2023 silam.
Baca Juga: KPR Syariah Makin Diminati
Pada saat yang sama, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mampu mengimbangi laju kenaikan pembiayaan, sehingga rasio intermediasi (financing to deposit ratio/FDR) tetap terjaga di level ideal.
BTN Syariah mencatatkan nilai pembiayaan sebesar Rp37,1 triliun pada akhir 2023, melonjak 17,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,6 triliun. Pencapaian ini berdampak signifikan pada peningkatan nilai aset sebesar 19,79% menjadi Rp54,3 triliun pada akhir 2023 dari Rp45,3 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Target Merger BTN Syariah dan Muamalat Rampung Maret 2024, BSI Bakal Punya Pesaing Baru
Direktur Utama BTN, Nixon L.P Napitupulu menjelaskan, lonjakan bisnis BTN Syariah dipicu oleh tren di masyarakat yang menginginkan pembiayaan rumah dengan akad syariah. Permintaan tertinggi terjadi di sejumlah daerah dengan populasi muslim terbesar seperti di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Sumatera Barat hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga: KPR Syariah Makin Diminati
Pada saat yang sama, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mampu mengimbangi laju kenaikan pembiayaan, sehingga rasio intermediasi (financing to deposit ratio/FDR) tetap terjaga di level ideal.
BTN Syariah mencatatkan nilai pembiayaan sebesar Rp37,1 triliun pada akhir 2023, melonjak 17,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,6 triliun. Pencapaian ini berdampak signifikan pada peningkatan nilai aset sebesar 19,79% menjadi Rp54,3 triliun pada akhir 2023 dari Rp45,3 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Target Merger BTN Syariah dan Muamalat Rampung Maret 2024, BSI Bakal Punya Pesaing Baru
Direktur Utama BTN, Nixon L.P Napitupulu menjelaskan, lonjakan bisnis BTN Syariah dipicu oleh tren di masyarakat yang menginginkan pembiayaan rumah dengan akad syariah. Permintaan tertinggi terjadi di sejumlah daerah dengan populasi muslim terbesar seperti di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Sumatera Barat hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Lihat Juga :