Muhammadiyah Batal Masuk Jadi Pemegang Saham Spin-Off BTN Syariah
Jum'at, 06 Juni 2025 - 13:46 WIB
loading...
BTN mengonfirmasi bahwa Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah batal terlibat dalam rencana pemisahan (spin off) BTN Syariah, termasuk dalam kemungkinan menjadi pemegang saham. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mengonfirmasi bahwa Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah batal terlibat dalam rencana pemisahan (spin off) BTN Syariah , termasuk dalam kemungkinan menjadi pemegang saham.Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, tidak ada kejelasan dari Muhammadiyah padahal sudah dua kali bertemu.
"Oh Muhammadiyah sampai hari ini gak ada kejelasan ya, jadi kita akhirnya jalan sendiri nih, teman-teman bisa laksanakan karena kita waktu itu ada pembicaraan, kita menawarkan, ada dua kali pertemuan, tapi setelah itu kayaknya gak ada pembicaraan lagi," ujar Nixon saat konferensi pers di Menara BTN, Kamis (5/6/2025).
Baca Juga: BTN Resmi Caplok Bank Victoria Syariah, Nilainya Rp1,5 Triliun
Nixon menduga, PP Muhammadiyah kemungkinan tidak tertarik dengan tawaran tersebut, atau memiliki pemikiran lain. "Saya merasa mungkin mereka nggak tertarik. Kelihatannya nggak tertarik di sini, atau ada pemikiran lain," tambahnya.
Sebelumnya, BTN memang berharap PP Muhammadiyah dapat masuk ke BTN Syariah sebagai pemegang saham, bahkan menempati kursi dewan komisaris. Nixon menjelaskan bahwa pihaknya mengajak PP Muhammadiyah dengan niat untuk memperbesar ekosistem BTN Syariah.
Meskipun rencana kerja sama di ranah kepemilikan saham tidak berlanjut, Nixon menegaskan, bahwa hubungan bisnis antara BTN dan Muhammadiyah tetap berjalan. "Cuma kerja sama di equity aja yang kelihatannya sampai hari ini belum terjadi gitu kali, ya," ungkap Nixon.
Sebelumnya, keinginan BTN untuk menggandeng Muhammadiyah sebagai pemegang saham BTN Syariah sempat mengemuka. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mensyaratkan Muhammadiyah untuk menggabungkan seluruh Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) miliknya, yang jumlahnya mencapai hingga 20 bank, jika ingin masuk menjadi pemegang saham BTN Syariah. Syarat ini kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan dalam kelanjutan pembicaraan.
Baca Juga: Perputaran Uang Jemaah Haji dan Umrah RI Capai Rp29 Triliun
Meski demikian, Nixon menegaskan, bahwa BTN tetap terbuka untuk menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga Islam lain yang berminat mengembangkan BTN Syariah. Hal ini menunjukkan komitmen BTN untuk terus memperkuat posisi dan ekspansi bisnis syariahnya di Indonesia, terlepas dari belum terealisasinya kolaborasi dengan Muhammadiyah di ranah kepemilikan saham.
"Oh Muhammadiyah sampai hari ini gak ada kejelasan ya, jadi kita akhirnya jalan sendiri nih, teman-teman bisa laksanakan karena kita waktu itu ada pembicaraan, kita menawarkan, ada dua kali pertemuan, tapi setelah itu kayaknya gak ada pembicaraan lagi," ujar Nixon saat konferensi pers di Menara BTN, Kamis (5/6/2025).
Baca Juga: BTN Resmi Caplok Bank Victoria Syariah, Nilainya Rp1,5 Triliun
Nixon menduga, PP Muhammadiyah kemungkinan tidak tertarik dengan tawaran tersebut, atau memiliki pemikiran lain. "Saya merasa mungkin mereka nggak tertarik. Kelihatannya nggak tertarik di sini, atau ada pemikiran lain," tambahnya.
Sebelumnya, BTN memang berharap PP Muhammadiyah dapat masuk ke BTN Syariah sebagai pemegang saham, bahkan menempati kursi dewan komisaris. Nixon menjelaskan bahwa pihaknya mengajak PP Muhammadiyah dengan niat untuk memperbesar ekosistem BTN Syariah.
Meskipun rencana kerja sama di ranah kepemilikan saham tidak berlanjut, Nixon menegaskan, bahwa hubungan bisnis antara BTN dan Muhammadiyah tetap berjalan. "Cuma kerja sama di equity aja yang kelihatannya sampai hari ini belum terjadi gitu kali, ya," ungkap Nixon.
Sebelumnya, keinginan BTN untuk menggandeng Muhammadiyah sebagai pemegang saham BTN Syariah sempat mengemuka. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mensyaratkan Muhammadiyah untuk menggabungkan seluruh Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) miliknya, yang jumlahnya mencapai hingga 20 bank, jika ingin masuk menjadi pemegang saham BTN Syariah. Syarat ini kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan dalam kelanjutan pembicaraan.
Baca Juga: Perputaran Uang Jemaah Haji dan Umrah RI Capai Rp29 Triliun
Meski demikian, Nixon menegaskan, bahwa BTN tetap terbuka untuk menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga Islam lain yang berminat mengembangkan BTN Syariah. Hal ini menunjukkan komitmen BTN untuk terus memperkuat posisi dan ekspansi bisnis syariahnya di Indonesia, terlepas dari belum terealisasinya kolaborasi dengan Muhammadiyah di ranah kepemilikan saham.
(akr)
Lihat Juga :