Timeline Konflik Musk vs Trump: Saat Orang Terkaya dan Paling Berkuasa di Dunia Bertengkar

Senin, 09 Juni 2025 - 14:48 WIB
loading...
Timeline Konflik Musk...
Kedekatan yang dibangun antara Trump dan Musk secara mengejutkan hancur dalam sekejap. Berikut timeline konflik yang terjadi antara orang terkaya sejagat dan yang paling berkuasa di dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kedekatan yang dibangun antara Presiden AS, Donald Trump dan Elon Musk selama beberapa bulan terakhir, secara mengejutkan hancur dalam sekejap. Orang terkaya sejagat dan yang paling berkuasa di dunia terlibat pertengkaran hingga mencuat ke ruang publik, ketika keduanya saling serang di media sosial (medsos).

Musk setelah meninggalkan perannya di Gedung Putih sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), menuliskan puluhan tweet selama sepekan yang isinya menyerang RUU kebijakan Trump. Ia mengungkapkan, rencana itu hanya akan menambah utang federal.

"Saya minta maaf, tetapi saya tidak tahan lagi," tulis Musk pada hari Selasa di X dalam posting awalnya yang mencemooh undang-undang tersebut.

Baca Juga: Perseteruan Trump-Musk Bakal Picu Krisis Terbesar Sejarah NASA

Ia menyebutnya sebagai "abominasi yang besar, keterlaluan, penuh dengan pork-filled . . . menjijikan."

Musk menyerang kebijakan Trump secara langsung untuk pertama kalinya sebelum Trump duduk bersama Merz dengan memposting ulang tweet presiden tahun 2013 tentang plafon utang. Dalam tweet lain minggu ini yang menargetkan "One Big Beautiful Bill," Musk mengancam Partai Republik yang memilihnya.

Orang terkaya di dunia itu memperingatkan bahwa "pada November tahun depan, kami memecat semua politisi yang mengkhianati rakyat Amerika" dan menyerukan anggota parlemen untuk "KILL The BILL."

Timeline permusuhan Elon Musk dan Donald Trump:

- Jam 11:20 malam, Kamis (5 Juni 2025)

Musk melayangkan serangan langsung pertamanya terhadap Trump di tengah upaya menghapus batas utang pemerintah. Ia mengunggah kembali sebuah tweet dari Trump pada tahun 2013, dengan mengatakan bahwa dia tidak percaya dan 'malu' bahwa Partai Republik memperpanjang batas utang, dengan caption unggahan ulang 'kata-kata bijak',

Trump sebelumnya mengutarakan, bahwa batas utang seharusnya dan 'sepenuhnya dihapus' sebagai ketentuan undang-undang, yang akan menaikkan batas utang sebelum tanggal kedaluwarsanya pada bulan Agustus 2025, mendatang.

- Jam 12 siang

Trump melayangkan serangan balik terhadap kritikan Musk, yang mengisyaratkan bahwa penolakan CEO Tesla karena dirinya "kesal" kredit pajak kendaraan listrik dihapus. Ia menambahkan bahwa dia tidak yakin akan tetap bersahabat dengan Musk dan menuduh Musk "tahu seluk-beluk undang-undang tersebut.

Trump juga mengungkapkan, bahwa Musk menderita apa yang dia sebut sebagai "sindrom penyangkalan Trump," yang menurut Trump terjadi ketika orang-orang meninggalkan pemerintahan dan berbalik melawan presiden.

- Jam 12:25 siang

Musk mengatakan, dia tidak menolak undang-undang tersebut karena kredit pajak EV dihapus: “Salah, undang-undang ini tidak pernah ditunjukkan kepada saya dan disahkan di malam hari dengan sangat cepat sehingga hampir tidak ada orang di Kongres yang bisa membacanya!” kata Musk dalam cuitannya.

- Jam 12:46

Selanjutnya Musk mengutarakan, 'tanpa saya' Trump akan kalah dalam pemilihan, Demokrat akan mengendalikan dewan, dan Republik akan memiliki mayoritas yang lebih sempit di Senat, setelah Musk menyumbangkan lebih dari USD250 juta untuk kampanye Trump. Ia juga menuduh Trump dalam tweet berikutnya sebagai seseorang yang tidak bersyukur.

- 2:37 siang

"Cara termudah untuk menghemat uang dalam anggaran kami, mencapai miliaran dolar adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah dengan Elon," tulis Trump, sembari menambahkan, "Saya selalu terkejut bahwa Biden tidak melakukannya!"

- 2:37

Trump mengataka,n Musk 'sudah mulai menyebalkan' di Gedung Putih dan dia 'memintanya untuk pergi,' kemudian dia 'langsung jadi GILA!' ketika subsidi pajak EV dihapus dari undang-undang.

- 2:48

Musk mengatakan, apada diucapkan Trump adalah "kebohongan yang begitu jelas" dan "sangat menyedihkan". Trump mengaku telah memintanya untuk pergi dan bahwa dia kecewa mengenai subsidi pajak EV.

- 15:10

Musk mengklaim di X, alasan Gedung Putih belum sepenuhnya merilis "berkas Epstein" yang merinci penyelidikan FBI terhadap mantan ahli keuangan Jeffrey Epstein karena tidak adanya bukti, adalah karena Trump terlibat di dalamnya.

- 4:09 sore.

Musk mengatakan, bahwa ia akan menghentikan penggunaan pesawat ruang angkasa Dragon milik SpaceX yang digunakan oleh NASA untuk mengangkut astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

- 4:11 sore

Musk mendukung saran bahwa Trump harus diimpeach, Ia menulis "Ya" sebagai tanggapan kepada pengguna X yang menulis "Presiden vs. Elon. Siapa yang menang? Uang saya untuk Elon. . . Trump harus diimpeach dan JD Vance harus menggantikan dia."

- 4:26

Musk mengatakan, tarif Trump akan memicu resesi pada paruh kedua tahun ini, setelah sebelumnya sebagian besar merespons dan bersikap hati-hati terkait tarif impor tinggi AS tersebut.

- 11:16 malam

Trump meremehkan perselisihannya dengan Musk kepada Politico, Ia memberi tahu media tersebut "oh tidak apa-apa,". Sementara itu pejabat Gedung Putih dilaporkan sedang bekerja untuk meredakan situasi dan mengatur pembicaraan antara Musk dan Trump.

- 12:30 Jumat dini hari

Musk tampaknya mundur dari ancaman sebelumnya untuk berhenti memasok pesawat ruang angkasa Dragon milik SpaceX setelah seorang pengikutnya meminta dia untuk tidak melakukannya, mendorong miliarder tersebut untuk merespons, "Nasihat bagus. Baiklah, kita tidak akan mendekompisi Dragon."

- Jam 1 Jumat pagi (6 Juni)

Musk menunjukkan sinyal bahwa dia bersedia untuk meredakan konfliknya dengan Trump setelah miliarder hedge fund Bill Ackman— yang merupakan pendukung Trump dan sekutu Musk— men-tweeted bahwa keduanya "seharusnya berdamai demi kepentingan negara kita yang hebat... Kita jauh lebih kuat bersama daripada terpisah."

Musk menjawab: "Anda tidak salah."

- Pukul 4 Pagi.

Miliarder kemudian membagikan ulang pesan dari seorang followernya yang mengatakan, "Republik mungkin akan kalah di Dewan pada tahun 2026."

Meskipun ada tanda-tanda gencatan senjata, Musk terus menyerang sekutu presiden, seperti Steve Bannon, dan undang-undang pengeluaran yang menjadi ciri khas Trump.

- Jam 7 Pagi.

Harga saham Tesla anjlok 14% pada hari Kamis di tengah konflik Trump dan Musk, lalu naik sekitar 4,4% dalam pra-pasar perdagangan di Jumat pagi, setelah Musk mengisyaratkan bahwa ia terbuka untuk berdamai dengan Trump.

- 8:17 pagi

Trump mengatakan kepada ABC News dalam sebuah wawancara pada Jumat pagi bahwa dia "tidak begitu" tertarik untuk berbicara dengan Musk saat ini, dengan alasan bahwa Musk telah "kehilangan akal sehatnya".



Fakta-fakta Mengejutkan konflik Musk-Trump

Musk mengatakan berulang kali pada tahun lalu bahwa ia mendukung penghapusan subsidi pajak EV—pernyataan yang merugikan argumen Trump bahwa ia hanya menentang RUU itu karena menghilangkan insentif.

“Saya pikir kita harus menghapus semua kredit,” kata Musk pada bulan Desember ketika ditanya oleh seorang reporter di Capitol Hill apakah ia mendukung penghapusan kredit pajak kendaraan listrik, lapor Politico.

Baca Juga: Konflik dengan Trump Menggerogoti Kekayaan Elon Musk Rp436,9 Triliun

Dalam versi RUU yang disetujui oleh Dewan, yakni bakal dihapus kredit pajak sebesar USD7,500 untuk beberapa pembeli EV pada tahun 2026.

Utang membengkak, dimana utang federal bakal membengkak mencapai USD2,4 triliun selama dekade berikutnya, menurut sebuah estimasi oleh Congressional Budget Office.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved