Perseteruan Trump-Musk Bakal Picu Krisis Terbesar Sejarah NASA

Senin, 09 Juni 2025 - 08:12 WIB
loading...
Perseteruan Trump-Musk...
Konflik antara Donald Trump dan Elon Musk bakal memperburuk ketidakpastian mengenai masa depan anggaran NASA, yang terancam bakal dipotong secara besar-besaran. Foto/Dok NASA.
A A A
JAKARTA - Konflik antara Donald Trump dan Elon Musk bakal memperburuk ketidakpastian mengenai masa depan anggaran NASA , yang terancam bakal dipotong secara besar-besaran. Badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu telah mengajukan permohonan kepada kongres terkait anggaran, ketika pembiayaan untuk proyek-proyek ilmiah dipotong hampir setengahnya.

Empat puluh misi ilmiah yang sedang dalam pengembangan atau sudah berada di luar angkasa, akan dihentikan. Presiden AS Donald Trump disebut telah mengancam bakal menarik kontrak federal dengan perusahaan Musk, Space X.

Seperti diketahui NASA mengandalkan armada roket Falcon 9 dari perusahaan tersebut untuk memasok Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan awak dan pasokan. Badan antariksa AS tersebut juga berharap dapat menggunakan roket Starship miliki Space X untuk mengirim astronot ke Bulan dan akhirnya ke Mars setelah dikembangkan.

Baca Juga: Konflik dengan Trump Menggerogoti Kekayaan Elon Musk Rp436,9 Triliun

Seorang ilmuwan luar angkasa di Open University, Dr Simeon Barber seperti dilansir BBC, mengatakan bahwa ketidakpastian tersebut bisa berdampak pada dibekukannya program luar angkasa mengirimkan manusia ke antariksa.

"Pertukaran yang mengejutkan, keputusan terburu-buru, dan perubahan arah yang kita saksikan dalam seminggu terakhir ini merusak dasar-dasar tempat kita membangun ambisi kita. Ilmu pengetahuan dan eksplorasi luar angkasa bergantung pada perencanaan jangka panjang dan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan institusi akademis," paparnya.

Selain konflik antara Presiden dan Musk, ada juga kekhawatiran tentang pemotongan besar yang diminta oleh Gedung Putih terkait anggaran NASA. Semua sektor dipaksa melakukan penghematan, terkecuali upaya untuk mengirim astronaut ke Mars, yang telah menerima tambahan dana sebesar USD100 juta.

Kepala kebijakan luar angkasa untuk Planetary Society, Casey Dreier yang berbasis di Pasadena, yang mempromosikan eksplorasi luar angkasa mengatakan, potensi pemotongan anggaran ini bakal memicu "krisis terbesar yang pernah dihadapi program luar angkasa AS".

NASA mengatakan, bahwa permintaan untuk mengurangi anggaran keseluruhan hampir seperempat "menyelaraskan (portofolio) sains dan teknologinya dengan misi-misi yang penting untuk eksplorasi Bulan dan Mars."

Seorang analis luar angkasa di Universitas Cranfield, Dr. Adam Baker mengutarakan, bahwa jika usulan ini disetujui oleh Kongres, maka akan secara fundamental mengubah fokus lembaga tersebut (NASA).

"Presiden Trump sedang mengubah NASA untuk dua hal: mendaratkan astronaut di Bulan sebelum China dan agar astronaut menanamkan bendera AS di Marte. Segala sesuatu yang lain adalah sekunder," ungkap Adam Baker.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Rekomendasi
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved