AS-China Kembali Berunding, Akankah Perang Dagang Berakhir di London?

Selasa, 10 Juni 2025 - 22:07 WIB
loading...
A A A
Ia juga mengonfirmasi telah berbicara panjang lebar melalui sambungan telepon dengan Presiden China Xi Jinping pada pekan lalu, sebagai bagian dari upaya menjembatani perbedaan dan menghindari konfrontasi ekonomi berkepanjangan.

Hubungan kedua negara selama ini diwarnai oleh ketegangan perdagangan, terutama dalam hal tarif ekspor-impor, akses teknologi, dan kendala ekspor bahan strategis. Sejak perundingan di Jenewa, ketegangan kembali meningkat menyusul adu argumen terkait pembatasan visa pelajar China di AS, pembatasan ekspor semikonduktor canggih ke China, serta ekspor mineral tanah jarang yang dikendalikan oleh Beijing.

China, sebagai produsen terbesar tanah jarang dunia, sebelumnya memberlakukan pembatasan ekspor bahan penting ini pada April lalu, yang menimbulkan kekhawatiran global terutama di kalangan produsen otomotif dan industri teknologi tinggi. Namun, menjelang pembicaraan di London, Beijing mengisyaratkan kemungkinan melonggarkan kebijakan tersebut sebagai sinyal terbuka terhadap kompromi.

Sebagai gantinya, China mendesak agar AS mencabut pembatasan akses terhadap teknologi semikonduktor, khususnya yang digunakan dalam kecerdasan buatan dan perangkat elektronik canggih. China menilai langkah AS tersebut menghambat perkembangan industrinya serta mencerminkan sikap proteksionis yang tidak sesuai dengan semangat perdagangan bebas.

Trump menekankan prioritas utama pemerintahannya adalah memastikan akses produk-produk AS ke pasar China, yang selama ini dianggap terlalu tertutup. "Kami ingin membuka China. Jika tidak, mungkin tidak akan ada kesepakatan sama sekali," tegas Trump di Gedung Putih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved