Butuh Rp123 Triliun Lindungi Jakarta dari Ancaman Banjir Rob

Rabu, 11 Juni 2025 - 17:24 WIB
loading...
Butuh Rp123 Triliun...
Warga beraktivitas di tengah banjir rob yang merendam kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (16/12). FOTO/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Jakarta diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp123 triliun.

Anggaran tersebut, menurut AHY, ditujukan khusus untuk melindungi wilayah Ibu Kota dari ancaman banjir rob yang semakin sering terjadi akibat kombinasi kenaikan permukaan air laut dan penurunan muka tanah.

"Kalau ditanya berapa, kurang lebih studi yang pernah kami lakukan sebelumnya menunjukkan angka sekitar Rp123 triliun. Itu hanya untuk wilayah Jakarta, sepanjang kurang lebih 41 kilometer," ujar AHY dalam International Conference on Infrastructure (ICI) di JCC Senayan, Rabu (11/6).

Baca Juga: Deretan Wilayah Pesisir Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni 2025

Ia menekankan bahwa proyek tanggul laut tidak bisa dianggap sebagai proyek infrastruktur biasa. Lokasinya yang dibangun di lepas pantai serta tantangan geoteknis membuat biaya konstruksinya sangat tinggi.

Lebih lanjut, AHY menjelaskan banjir rob di wilayah pesisir Jakarta disebabkan oleh dua faktor utama, kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim dan aktivitas industri laut, serta penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan.

"Penurunan muka tanah ini tidak bisa diabaikan. Penggunaan air tanah oleh masyarakat yang masif, ditambah dengan pertumbuhan industri di darat, mempercepat terjadinya land subsidence," ungkapnya.

AHY menyatakan solusi tidak hanya bisa mengandalkan pembangunan tanggul. Pemerintah juga tengah fokus mengatasi akar masalahnya dari hulu, termasuk dengan membatasi hingga melarang penggunaan air tanah.

Sebagai gantinya pemerintah sedang mempercepat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) agar kebutuhan air bersih masyarakat bisa dipenuhi tanpa mengeksploitasi air tanah.

"Ke depan kita akan perketat penggunaan air tanah, bahkan ada opsi pelarangan. Solusinya adalah SPAM dan penguatan infrastruktur air bersih," ujarnya.

Baca Juga: AHY Bakal Tawarkan Proyek-proyek Infrastruktur Prioritas ke Danantara

Tak hanya itu, AHY juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang lain seperti normalisasi sungai, pembangunan embung, dan penampungan air hujan untuk mengatasi banjir kiriman dari wilayah hulu.

Dia menambahkan seluruh upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menjawab tantangan perubahan iklim, krisis air bersih, dan ketahanan kota pesisir seperti Jakarta.

"Jadi, hulu ke hilir harus kita bereskan. Kita tidak bisa bicara soal perlindungan pantai saja, tapi juga tentang infrastruktur dasar yang menopang daya dukung lingkungan kota," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Pemerintah Naikkan Fuel...
Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge Maskapai, Tiket Pesawat Jakarta-Bali Tembus Rp2,4 Juta
Bayar PBB-P2 Lebih Awal,...
Bayar PBB-P2 Lebih Awal, Warga Jakarta Bisa Dapat Manfaat Lebih Besar
Daftar SPBU di Jakarta...
Daftar SPBU di Jakarta dan Sekitarnya yang Tak Lagi Jual Pertalite, Cek Lokasinya
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Berita Terkini
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved