Indonesia-Eropa Sepakat Akhiri Perundingan Dagang, Sawit Masuk Perjanjian

Jum'at, 13 Juni 2025 - 18:19 WIB
loading...
Indonesia-Eropa Sepakat...
Pemerintah Indonesia mengumumkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) telah memasuki tahap akhir perundingan. FOTO/Anggie Ariesta
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengumumkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) telah memasuki tahap akhir perundingan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan lebih dari 90% substansi perjanjian telah disepakati kedua pihak.

"Proses perundingan substansi sudah masuk tahap terakhir. Hampir seluruh isi perjanjian telah disepakati," ujar Airlangga usai menerima laporan dari Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maroš Šefčovič di Brussel, Jumat (13/6).

Baca Juga: Gegara Ini, Prabowo Tegur Paspampres di Pameran Indo Defence

Menurut rencana, draft final perjanjian akan diselesaikan September 2025. Airlangga berharap Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa dapat menandatangani memorandum kesepakatan saat Šefčovič berkunjung ke Indonesia bulan tersebut.

Setelah penandatanganan, perjanjian akan memasuki fase ratifikasi oleh 27 negara anggota Uni Eropa dan Indonesia. Proses ini membutuhkan penerjemahan dokumen ke dalam 27 bahasa dan diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun.

"Kami optimistis IEU-CEPA bisa berlaku efektif akhir 2026," tambah Airlangga. Perjanjian ini akan membuka akses lebih besar bagi produk Indonesia ke pasar Uni Eropa yang mencakup 450 juta konsumen.

Manfaat bagi Eksportir

Pemerintah memproyeksikan kenaikan ekspor hingga 50% dalam tiga tahun setelah implementasi. Sektor tekstil dan pakaian jadi yang saat ini dikenai tarif 8-12% akan mendapat fasilitas bebas bea masuk.

"Posisi kita akan setara dengan Vietnam dan Malaysia," tegas Airlangga. Selain itu, produk pertanian seperti kopi, kakao, dan karet juga akan mendapat preferensi tarif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Rekomendasi
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved