Perang Israel-Iran Guncang Pasar Kripto, Investor Diminta Waspada

Jum'at, 13 Juni 2025 - 19:37 WIB
loading...
Perang Israel-Iran Guncang...
Pasar kripto kembali mengalami tekanan signifikan di tengah memanasnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Pasar kripto kembali mengalami tekanan signifikan di tengah memanasnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran. Bitcoin turun di bawah level USD105.000 disertai likuidasi besar-besaran di pasar derivatif dan spot yang memberikan tekanan negatif luas bagi aset digital.

Berdasarkan data Coinglass, likuidasi mencapai sekitar USD1,148 juta dengan volume perdagangan Bitcoin mencapai USD369 miliar. Total kapitalisasi pasar kripto turun 3,38%, sementara Ethereum (ETH) merosot 9,5%, XRP turun 5,71%, dan Solana (SOL) melemah 10,16%.

Vice President Indodax Antony Kusuma menilai penurunan ini merupakan proses normal dan sehat dalam siklus pasar yang tengah mengalami uptrend. "Investor sedang melakukan reposition sambil menunggu momentum yang lebih matang untuk melangkah lebih jauh," ujarnya, Jumat (13/6).

Baca Juga: Hubungan AS-China Membaik, Harga Bitcoin Menguat 9% dalam Sepekan

Menurut Antony, likuidasi massal saat ini bukan sinyal negatif, melainkan proses pembersihan leverage yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar. "Ini seperti detoksifikasi pasar, membersihkan posisi overleveraged agar pergerakan berikutnya lebih sehat dan matang," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya visi jangka panjang bagi investor. Mereka yang mampu membeli saat terjadi kepanikan justru berpeluang memperoleh keuntungan lebih besar. “Ketidakpastian adalah tantangan sekaligus peluang, asalkan investor mampu menjaga mental dan belajar dari gejolak pasar,” tambah Antony.

Tekanan pada Bitcoin juga diperparah oleh kondisi makroekonomi global. Peluang penurunan suku bunga The Fed semakin kecil, dengan probabilitas 0 persen untuk penurunan pada pertemuan FOMC 18 Juni 2025. Sebaliknya, probabilitas penahanan tingkat bunga mencapai 99,8 persen.

Investor juga memperhatikan data Producer Price Index (PPI) AS yang dirilis pada 12 Juni 2025. Data ini berpotensi menambah tekanan negatif terhadap pergerakan Bitcoin setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat 2,4%.

Antony mengimbau investor untuk lebih mandiri dalam mengambil keputusan investasi dengan melakukan riset dan memahami instrumen yang dibeli, bukan hanya mengikuti rumor atau pergerakan sesaat. "Ini saatnya melakukan due diligence agar investasi sesuai visi dan toleransi risiko," tegas dia.

Baca Juga: Iran Balas Dendam, Lebih dari 100 Pesawat Nirawak Serang Israel

Dia juga menegaskan Indodax terus menjaga keamanan dan transparansi untuk melindungi dana nasabah. "Kami juga menyediakan edukasi dan informasi terkini agar nasabah lebih matang dalam pengambilan keputusan investasi," ujarnya.

Penurunan pasar kripto saat ini bukanlah kiamat, melainkan proses penting yang harus dilalui sebelum momentum positif berikutnya tiba. "Proses ini harus disertai kesabaran, kedewasaan, dan visi jangka panjang agar investor siap menghadapi tantangan pasar," kata Antony.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Negosiasi Damai AS-Iran...
Negosiasi Damai AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Terkerek Lebih dari 1%
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Rekomendasi
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved