Kampanye Jaga Bumi Hasilkan Daur Ulang Lebih dari 1.900 Gawai Bekas
Jum'at, 13 Juni 2025 - 21:11 WIB
loading...
Kampanye Jaga Bumi berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang lebih dari 1.900 unit gawai bekas sejak diluncurkan awal 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kampanye Jaga Bumi berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang lebih dari 1.900 unit gawai bekas sejak diluncurkan awal 2025. Program ini menjadi langkah konkret dalam upaya pengelolaan sampah elektronik atau e-waste yang terus meningkat setiap tahunnya.
Melalui penyediaan fasilitas drop box di gerai Erafone, masyarakat diberi akses mudah untuk menyalurkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai. Hingga kini, sudah ada 10 drop box tersebar di wilayah Jabodebek, dan jumlahnya direncanakan bertambah menjadi 25 hingga 50 unit tahun ini.
"Gerakan Erafone Jaga Bumi menjadi solusi aman bagi masyarakat untuk membuang perangkat elektroniknya. Secara lingkungan, kegiatan ini telah mengurangi emisi karbon hingga 467 kilogram CO₂, menghemat energi sebesar 854 kilowatt jam, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 10 meter persegi," ujar Group Chief of HC, GA, Litigation, and CSR Erajaya Group, Jimmy Perangin-angin, dalam keterangannya, Jumat (13/6).
Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2029
Menurut Jimmy, kontribusi kecil dari masyarakat akan memberikan dampak besar bila difasilitasi dengan baik. Ia menyebut inisiatif ini tak hanya menjadi layanan tambahan bagi pelanggan, tetapi juga langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami mengajak semua pihak untuk membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan. Jangan membuang e-waste sembarangan. Mulailah dari langkah sederhana, seperti menyalurkan sampah elektronik ke drop box Jaga Bumi," ujarnya.
Erajaya berharap, program ini tidak berhenti sebagai kampanye sesaat, tetapi menjadi gerakan kolektif yang mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan limbah elektronik.
Leader of World Cleanup Day Indonesia, Andy Bahari menyebut kampanye Jaga Bumi sebagai langkah penting di tengah minimnya edukasi dan sistem pengelolaan khusus e-waste di Indonesia.
"Sampah elektronik itu ada di mana-mana, dan belum ada sistem yang betul-betul mengatur pengelolaannya. Inisiatif seperti yang dilakukan Erafone ini sangat kami apresiasi," kata Andy.
Baca Juga: China Siapkan Teknologi Isi Daya Mobil Listrik hanya 100 Detik
Andy berharap, kampanye tersebut bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk terlibat dalam penanganan e-waste. Menurutnya, gerakan kecil seperti penyediaan drop box mampu mengedukasi masyarakat dan menciptakan dampak berkelanjutan.
Data Global E-waste Monitor 2024 menunjukkan bahwa pertumbuhan limbah elektronik secara global meningkat lima kali lebih cepat dibandingkan tingkat daur ulangnya. Tahun lalu, timbulan sampah elektronik di dunia mencapai 62 miliar kilogram.
Fenomena ini memperlihatkan urgensi peran sektor swasta dalam membangun sistem pengelolaan e-waste yang terpadu, mulai dari edukasi hingga pengumpulan dan daur ulang, demi keberlanjutan lingkungan.
Melalui penyediaan fasilitas drop box di gerai Erafone, masyarakat diberi akses mudah untuk menyalurkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai. Hingga kini, sudah ada 10 drop box tersebar di wilayah Jabodebek, dan jumlahnya direncanakan bertambah menjadi 25 hingga 50 unit tahun ini.
"Gerakan Erafone Jaga Bumi menjadi solusi aman bagi masyarakat untuk membuang perangkat elektroniknya. Secara lingkungan, kegiatan ini telah mengurangi emisi karbon hingga 467 kilogram CO₂, menghemat energi sebesar 854 kilowatt jam, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 10 meter persegi," ujar Group Chief of HC, GA, Litigation, and CSR Erajaya Group, Jimmy Perangin-angin, dalam keterangannya, Jumat (13/6).
Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2029
Menurut Jimmy, kontribusi kecil dari masyarakat akan memberikan dampak besar bila difasilitasi dengan baik. Ia menyebut inisiatif ini tak hanya menjadi layanan tambahan bagi pelanggan, tetapi juga langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami mengajak semua pihak untuk membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan. Jangan membuang e-waste sembarangan. Mulailah dari langkah sederhana, seperti menyalurkan sampah elektronik ke drop box Jaga Bumi," ujarnya.
Erajaya berharap, program ini tidak berhenti sebagai kampanye sesaat, tetapi menjadi gerakan kolektif yang mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan limbah elektronik.
Leader of World Cleanup Day Indonesia, Andy Bahari menyebut kampanye Jaga Bumi sebagai langkah penting di tengah minimnya edukasi dan sistem pengelolaan khusus e-waste di Indonesia.
"Sampah elektronik itu ada di mana-mana, dan belum ada sistem yang betul-betul mengatur pengelolaannya. Inisiatif seperti yang dilakukan Erafone ini sangat kami apresiasi," kata Andy.
Baca Juga: China Siapkan Teknologi Isi Daya Mobil Listrik hanya 100 Detik
Andy berharap, kampanye tersebut bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk terlibat dalam penanganan e-waste. Menurutnya, gerakan kecil seperti penyediaan drop box mampu mengedukasi masyarakat dan menciptakan dampak berkelanjutan.
Data Global E-waste Monitor 2024 menunjukkan bahwa pertumbuhan limbah elektronik secara global meningkat lima kali lebih cepat dibandingkan tingkat daur ulangnya. Tahun lalu, timbulan sampah elektronik di dunia mencapai 62 miliar kilogram.
Fenomena ini memperlihatkan urgensi peran sektor swasta dalam membangun sistem pengelolaan e-waste yang terpadu, mulai dari edukasi hingga pengumpulan dan daur ulang, demi keberlanjutan lingkungan.
(nng)
Lihat Juga :