Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp7.039 Triliun per April 2025
Senin, 16 Juni 2025 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Kenaikan ini dipicu oleh penarikan pinjaman dan meningkatnya aliran dana asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Pemerintah berkomitmen menjaga kredibilitas dengan mengelola ULN secara hati-hati dan akuntabel. ULN dimanfaatkan sebagai bagian dari pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung sektor-sektor strategis seperti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 22,3 persen, Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan 18,7 persen, Pendidikan 16,4 persen, Konstruksi 12 persen, serta Transportasi dan Pergudangan 8,7 persen. Sebagian besar utang pemerintah ini berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,9 persen.
Baca Juga: Tangis Buruh di RI, 61.000 Orang Tiba-tiba Kena PHK dalam 4 Bulan
Sementara, ULN sektor swasta justru mencatatkan kontraksi. Per April 2025, ULN swasta tercatat sebesar USD194,8 miliar, menyusut 0,6 persen lebih dalam dibanding kontraksi 1 persen pada Maret.
Pemerintah berkomitmen menjaga kredibilitas dengan mengelola ULN secara hati-hati dan akuntabel. ULN dimanfaatkan sebagai bagian dari pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung sektor-sektor strategis seperti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 22,3 persen, Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan 18,7 persen, Pendidikan 16,4 persen, Konstruksi 12 persen, serta Transportasi dan Pergudangan 8,7 persen. Sebagian besar utang pemerintah ini berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,9 persen.
Baca Juga: Tangis Buruh di RI, 61.000 Orang Tiba-tiba Kena PHK dalam 4 Bulan
Sementara, ULN sektor swasta justru mencatatkan kontraksi. Per April 2025, ULN swasta tercatat sebesar USD194,8 miliar, menyusut 0,6 persen lebih dalam dibanding kontraksi 1 persen pada Maret.
Lihat Juga :