Nusa Finance Gandeng Proyek Global LISK Permudah Investasi Digital

Senin, 16 Juni 2025 - 19:21 WIB
loading...
Nusa Finance Gandeng...
Teknologi blockchain bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Nusa Finance adalah startup Indonesia yang berkomitmen untuk menghadirkan akses investasi dan keuangan digital yang inklusif, transparan, efisien. Di tengah cepatnya perkembangan teknologi dan ekonomi digital, Nusa Finance, startup blockchain asal Indonesia, resmi menggandeng LISK, salah satu proyek global ternama di dunia Web3. Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam membangun masa depan keuangan digital Indonesia melalui investasi.

Kemitraan strategis antara Nusa Finance dan LISK menjadi bukti bahwa teknologi blockchain bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri. Bersama LISK, Nusa Finance mengembangkan platform keuangan digital yang bisa diakses oleh siapa pun, termasuk anak muda yang ingin mulai berinvestasi menggunakan aset kripto.

"Di Nusa Finance, kami percaya bahwa teknologi global harus bisa membawa dampak ke masyarakat lokal. Dukungan LISK terhadap Nusa Finance sejalan dengan visi kami membuat manfaat teknologi blockchain terasa lebih nyata dan berguna bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak muda yang ingin berinvestasi," ujar Marketing Lead Nusa Finance Zatalini Zahra, dalam keterangannya, Senin (16/6).

Baca Juga: Transaksi Kripto di Indonesia Tembus Rp35,61 Triliun per April 2025, Kontribusi Indodax 42,83%

LISK merupakan proyek blockchain global yang dikenal dengan teknologi interoperabilitas dan dukungannya terhadap pengembangan aplikasi Web3. Sementara Nusa Finance adalah startup keuangan asal Indonesia yang menghadirkan solusi berbasis DeFi. Nusa Finance fokus pada penyediaan layanan finansial digital yang mudah diakses dan transparan.Anak Muda Makin Melek InvestasiBerdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) investor individu saham di Indonesia didominasi oleh investor berusia kurang dari 40 tahun dengan persentase 54,42 persen.

Di industri aset kripto sendiri, OJK mencatat jumlah investor kripto menembus angka 21,27 juta per September 2024. Sementara itu, di periode yang sama, Bappebti dan platform kripto lokal juga menemukan bahwa 60 persen investor kripto di Indonesia berada di rentang usia 18-30 tahun.Hal ini sejalan dengan temuan survei Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2024, yang menyatakan bahwa 38 persen generasi milenial dan 41 persen Gen Z di Indonesia secara teratur menyusun anggaran keuangan bulanan, sementara 32 persen milenial dan 26 persen Gen Z menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan investasi.

Baca Juga: Perang Israel-Iran Guncang Pasar Kripto, Investor Diminta Waspada

Data ini menunjukkan anak muda Indonesia semakin melek berinvestasi dan menjadikan manajemen keuangan sebagai prioritas. Bersama dengan LISK, Nusa Finance menghadirkan platform investasi aset kripto yang memungkinkan pengguna mendapatkan APY dari aset kripto yang mereka miliki. Pengguna hanya perlu untuk menghubungkan wallet yang mereka miliki dengan platform Nusa Finance dan memilih aset yang ingin diinvestasikan.

Tidak hanya itu, pengguna juga dapat meminjamkan aset yang mereka miliki untuk mendapatkan aset lain sesuai dengan proporsi nilai yang dipinjamkan agar dapat semakin produktif berinvestasi di platform Web3 lainnya. Fitur ini diharapkan dapat semakin meningkatkan gairah masyarakat Indonesia, terutama anak muda untuk semakin giat berinvestasi, khususnya dengan memaksimalkan aset kripto yang mereka miliki.

Jenis aset yang dapat diinvestasikan di Nusa Finance juga tidak terbatas pada aset-aset global populer seperti Bitcoin dan Ethereum saja. Tetapi juga mencakup aset bernilai stabil seperti Tether yang menggunakan dolar sebagai nilai acuannya atau IDRX, aset kripto bernilai stabil yang menggunakan rupiah dari Indonesia.Nusa Finance dan LISK percaya kolaborasi proyek global dan lokal jadi langkah awal untuk bikin teknologi global benar-benar relevan dan berdampak lokal.

"Kolaborasi antara Lisk dan Nusa Finance bertujuan untuk memberdayakan lebih banyak masyarakat Indonesia, khususnya anak muda, agar aktif mengambil peran dalam ekonomi digital. Teknologi blockchain memiliki potensi besar dalam meningkatkan inklusi keuangan, menciptakan sistem yang lebih transparan, dan membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi baru," tutup Ecosystem Lead (SEA) Lisk, Alexis Low.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
23 Juta Orang Teken...
23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Berita Terkini
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved