Perang Dagang AS-China Bentuk Kembali Rantai Pasok Global, Siapa yang Paling Diuntungkan?

Selasa, 17 Juni 2025 - 08:37 WIB
loading...
Perang Dagang AS-China...
Persaingan rantai pasokan antara China dan Amerika Serikat (AS) diprediksi akan semakin ketat dalam lima tahun ke depan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Persaingan rantai pasokan antara China dan Amerika Serikat (AS) diprediksi akan semakin ketat dalam lima tahun ke depan. Sebuah studi terbaru mengidentifikasi delapan negara berkembang, termasuk empat negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), siap mendapatkan keuntungan dari relokasi manufaktur dari China.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal China Economist ini mencantumkan Malaysia, Vietnam, Meksiko, Turki, Thailand, Indonesia, India, dan Brasil sebagai kandidat utama yang kemungkinan besar akan diuntungkan dari pergeseran produksi global. Kedelapan negara tersebut menawarkan biaya tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan China dan memiliki hubungan dagang yang kuat dengan pasar-pasar Barat.

Dorongan investasi keluar dari China dan permintaan ekspor AS yang berkelanjutan menjadi faktor pendorong bagi kedelapan negara ini untuk muncul sebagai penghubung penting dalam mengubah rantai pasokan global. Para penulis studi menyoroti dua tren paralel yang mendasari pergeseran ini, yaitu dorongan Washington untuk "friendshoring" dan strategi "China+1" yang mendorong perusahaan multinasional untuk mendiversifikasi produksi guna mengurangi paparan tarif.

Baca Juga: Vietnam Resmi Gabung BRICS, Strategi Baru ASEAN Hadapi Dominasi Barat

Studi ini diterbitkan pada bulan lalu, di tengah perang dagang kedua antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia yang mengganggu rantai pasokan global, meningkatkan biaya, dan mendorong penataan ulang strategi. Penelitian ini ditulis oleh seorang peneliti dari Chinese Academy of Social Sciences, sebuah lembaga pemikir terkemuka di China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Rekomendasi
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved