Pelita Air Dinilai Konsisten dalam Menjaga Ketepatan Waktu

Selasa, 17 Juni 2025 - 18:56 WIB
loading...
Pelita Air Dinilai Konsisten...
Pelita Air dinilai menjadi salah satu maskapai yang konsisten dalam menjaga ketepatan waktu. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Di tengah ketatnya persaingan industri penerbangan domestik, Pelita Air mulai menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Maskapai ini tidak hanya mengandalkan sejarah panjangnya di layanan non-komersial, tetapi juga merancang strategi ekspansi yang matang dan terukur.

Pengamat aviasi senior Gerry Soejatman menilai langkah Pelita Air sangat kalkulatif. "Ekspansi mereka sangat calculated. Pasar memang masih terbuka, tetapi risiko seperti biaya tinggi dan ketersediaan suku cadang harus diwaspadai," ujar dia, Selasa (17/6).

Baca Juga: Pelita Air Buka Rute Penerbangan Makassar-Ambon Mulai 9 Juni 2025

Menurut Gerry, Pelita Air bukanlah pemain baru dengan manajemen instan. "Mereka dibangun oleh profesional berpengalaman yang sudah memahami tantangan dunia penerbangan," jelasnya.

Salah satu keunggulan Pelita Air adalah konsistensi dalam ketepatan waktu. Di saat banyak maskapai kesulitan mempertahankan performa on-time, Pelita Air justru bertengger di posisi teratas.

"Fokus mereka adalah reliability. Meski tidak 100% sempurna, tapi tetap konsisten nomor satu. Ini cukup ajaib," kata Gerry.

Namun, untuk mengembangkan sayap ke rute internasional, Pelita Air perlu meningkatkan eksposur merek di pasar global. "Warga asing yang mengenal Pelita Air kebanyakan tinggal di Indonesia. Mereka perlu strategi branding yang lebih kuat," tambahnya.

Baca Juga: Pelita Air Rilis Fitur Reschedule Tiket Online, Begini Caranya

Gerry optimistis dengan masa depan Pelita Air asalkan mereka tetap memegang prinsip dasar yang menjadi kekuatan mereka selama ini.

"Selama mereka menjaga core principle dalam operasional dan layanan, mereka bisa berkembang ke mana pun," jelasnya.

Dengan konsistensi, kesiapan sistem, dan fokus pada kualitas, Pelita Air berpotensi menjadi salah satu pemain besar di industri penerbangan nasional. Bukan sekadar pelengkap, melainkan pemimpin rute strategis dalam negeri maupun luar negeri.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Blibli Kembali Masuk...
Blibli Kembali Masuk dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved