Restoran Bangkrut Massal di Singapura, Tutup 307 Outlet per Bulan

Rabu, 18 Juni 2025 - 13:37 WIB
loading...
Restoran Bangkrut Massal...
Gelombang penutupan bisnis kuliner di Singapura semakin mengkhawatirkan. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Gelombang penutupan bisnis kuliner di Singapura semakin mengkhawatirkan. Data terbaru menunjukkan, rata-rata 307 outlet makanan dan minuman (F&B) tutup setiap bulan sepanjang 2025, meningkat dari 254 outlet per bulan 2024.

Tren ini tidak hanya melanda usaha kecil, tetapi juga restoran mewah dan tempat makan legendaris. Salah satu yang terbaru adalah klub anggota eksklusif 1880 di Robertson Quay, yang mengumumkan penutupan permanen pada Selasa (18/6), karena menurunnya jumlah pengunjung dan pengeluaran anggota.

"Frekuensi kunjungan dan belanja anggota terus merosot. Kami membutuhkan restrukturisasi dan efisiensi operasional," tulis manajemen 1880 dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (18/6).

Baca Juga: Kemiskinan di Indonesia Melonjak 3 Kali Lipat, Nyaris Tembus 195 Juta Jiwa versi Bank Dunia

Hak ini bukan kali pertama grup 1880 menghadapi masalah. Cabangnya di Hong Kong juga ditutup pada 30 Mei 2025, kurang dari setahun setelah dibuka.

Meningkatnya biaya sewa, bahan baku, dan tenaga kerja disebut sebagai penyebab utama kolapsnya bisnis F&B di Singapura. New Scissor-Cut Curry Rice, restoran legendaris di Geylang yang beroperasi selama 30 tahun, terpaksa menutup pintu bulan lalu karena beban biaya yang semakin berat. "Biaya sewa dan operasional semakin tidak tertahankan," keluh pemilik restoran tersebut.

Menurut Reuters, penurunan belanja konsumen turut memperparah kondisi. Survei Mercer 2024 menempatkan Singapura sebagai kota termahal kedua di dunia setelah Hong Kong, membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Rekomendasi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
6 Amalan Sunnah yang...
6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved