Pertamina EP Cepu Catatkan Kinerja Positif di 2024, Produksi Gas Naik 27%
Jum'at, 20 Juni 2025 - 13:55 WIB
loading...
Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2024. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2024 dengan pertumbuhan signifikan pada sektor produksi gas. Produksi gas PEPC meningkat sebesar 27% dibandingkan tahun sebelumnya, disertai pencapaian laba bersih sebesar USD817,6 juta, naik dari USD805,8 juta pada 2023.
Kinerja positif ini diperoleh dari total produksi minyak dan kondensat sebesar 24,82 juta barel (MMBO) serta produksi gas mencapai 96,67 miliar standar kaki kubik (BSCF). Rata-rata produksi harian tercatat sebesar 67,81 ribu barel per hari (MBOPD) untuk minyak, dan 264,13 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas. Tambahan cadangan migas (P1) sebesar 12,99 juta barel setara minyak (MMBOE) diperoleh dari Lapangan Jambaran–Tiung Biru (JTB) dan Banyu Urip.
Baca Juga: Negosiasi Tarif Trump, Pertamina Bakal Tambah Impor Minyak dari AS
Direktur Utama PEPC, Muhamad Arifin menyebutkan, 2024 menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan. Hal ini ditandai dengan disetujuinya status Place Into Service (PIS) untuk Lapangan Gas Jambaran–Tiung Biru.
"Dengan didapatkannya persetujuan PIS untuk lapangan JTB, tentu berdampak positif bagi perusahaan baik secara teknis maupun finansial. Ini juga menjadi dorongan besar bagi PEPC untuk turut mendukung pemerintah dalam mewujudkan astacita swasembada energi," kata Arifin dalam keterangannya dikutip, Jumat (20/6).
![Pertamina EP Cepu Catatkan Kinerja Positif di 2024, Produksi Gas Naik 27%]()
PEPC juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja. Operasional migas PEPC sepanjang 2024 berjalan tanpa kecelakaan kerja dengan mencatatkan 67.668.400 jam kerja selamat. Atas capaian ini, PEPC menerima penghargaan Zero Accident dari Kementerian ESDM dalam ajang Subroto Award, serta penghargaan Patra Nirbhaya Karya dan Patra Karya Raksa Tama di bidang keselamatan kerja migas.
Dalam aspek keberlanjutan, PEPC menerapkan prinsip Environment, Social and Governance (ESG) melalui berbagai program strategis. Sepanjang 2024, perusahaan menanam 183.771 pohon sebagai bagian dari program dekarbonisasi, serta melaksanakan berbagai inisiatif CSR berbasis lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Kinerja Hulu hingga Hilir Positif, Akselerasi Pertamina Wujudkan Swasembada Energi
Dari sisi tata kelola, PEPC meraih skor 88,354 dengan kategori "Sangat Baik" dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG), serta mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah memenuhi standar ISO 37001:2016.
Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi (PHE), Muharram Jaya Panguriseng, menyampaikan apresiasi atas pencapaian PEPC. "PEPC berhasil menjaga kinerja bisnis dan produksi migas dengan baik sepanjang 2024. Produksi gas yang meningkat dan operasi migas yang aman menjadi fondasi penting menuju bisnis yang berkelanjutan. PHE mendorong inovasi dan implementasi rencana strategis di 2025," ungkapnya.
Kinerja positif ini diperoleh dari total produksi minyak dan kondensat sebesar 24,82 juta barel (MMBO) serta produksi gas mencapai 96,67 miliar standar kaki kubik (BSCF). Rata-rata produksi harian tercatat sebesar 67,81 ribu barel per hari (MBOPD) untuk minyak, dan 264,13 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas. Tambahan cadangan migas (P1) sebesar 12,99 juta barel setara minyak (MMBOE) diperoleh dari Lapangan Jambaran–Tiung Biru (JTB) dan Banyu Urip.
Baca Juga: Negosiasi Tarif Trump, Pertamina Bakal Tambah Impor Minyak dari AS
Direktur Utama PEPC, Muhamad Arifin menyebutkan, 2024 menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan. Hal ini ditandai dengan disetujuinya status Place Into Service (PIS) untuk Lapangan Gas Jambaran–Tiung Biru.
"Dengan didapatkannya persetujuan PIS untuk lapangan JTB, tentu berdampak positif bagi perusahaan baik secara teknis maupun finansial. Ini juga menjadi dorongan besar bagi PEPC untuk turut mendukung pemerintah dalam mewujudkan astacita swasembada energi," kata Arifin dalam keterangannya dikutip, Jumat (20/6).

PEPC juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja. Operasional migas PEPC sepanjang 2024 berjalan tanpa kecelakaan kerja dengan mencatatkan 67.668.400 jam kerja selamat. Atas capaian ini, PEPC menerima penghargaan Zero Accident dari Kementerian ESDM dalam ajang Subroto Award, serta penghargaan Patra Nirbhaya Karya dan Patra Karya Raksa Tama di bidang keselamatan kerja migas.
Dalam aspek keberlanjutan, PEPC menerapkan prinsip Environment, Social and Governance (ESG) melalui berbagai program strategis. Sepanjang 2024, perusahaan menanam 183.771 pohon sebagai bagian dari program dekarbonisasi, serta melaksanakan berbagai inisiatif CSR berbasis lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Kinerja Hulu hingga Hilir Positif, Akselerasi Pertamina Wujudkan Swasembada Energi
Dari sisi tata kelola, PEPC meraih skor 88,354 dengan kategori "Sangat Baik" dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG), serta mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah memenuhi standar ISO 37001:2016.
Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi (PHE), Muharram Jaya Panguriseng, menyampaikan apresiasi atas pencapaian PEPC. "PEPC berhasil menjaga kinerja bisnis dan produksi migas dengan baik sepanjang 2024. Produksi gas yang meningkat dan operasi migas yang aman menjadi fondasi penting menuju bisnis yang berkelanjutan. PHE mendorong inovasi dan implementasi rencana strategis di 2025," ungkapnya.
(nng)
Lihat Juga :