KAI Logistik Raih Peringkat AA dari Pefindo

Jum'at, 20 Juni 2025 - 15:54 WIB
loading...
KAI Logistik Raih Peringkat...
KAI Logistik resmi meraih peringkat AA dengan prospek stabil dari Pefindo. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi meraih peringkat AA (Double A) dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 14 Mei 2025 hingga 1 Mei 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan sangat kuat perusahaan dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Pengakuan dari Pefindo tersebut menjadi bukti atas kinerja keuangan solid dan strategi bisnis jangka panjang KAI Logistik, terutama dalam mendukung pembangunan ekosistem logistik nasional yang andal dan berkelanjutan.

"Peringkat AA ini menunjukkan komitmen kami menjaga kesehatan keuangan, mengelola risiko dengan baik, dan terus berinovasi dalam layanan logistik. Ini juga merupakan refleksi dari proyek strategis yang tengah kami jalankan," ujar Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah, dalam pernyataan resmi, Jumat (20/6).

Baca Juga: Perluas Jangkauan, KAI Logistik Tambah 43 Titik Layanan Baru

KAI Logistik saat ini tengah mengakselerasi sejumlah proyek strategis, salah satunya adalah pembangunan Coal Unloading Terminal (CUT) di Kramasan, Sumatera Selatan. Terminal ini diproyeksikan mampu menangani lebih dari 17 juta ton batu bara per tahun dan akan menjadi simpul distribusi penting di wilayah tersebut.

Selain proyek terminal, KAI Logistik juga tengah mengembangkan layanan container yard di Sumatera Selatan. Fasilitas ini ditargetkan mampu menangani muatan batu bara sebesar 1–1,5 juta ton per tahun pada tahap awal, dan dapat mencapai kapasitas maksimal hingga 4 juta ton per tahun.

Batu bara menjadi komoditas utama yang menopang pertumbuhan bisnis KAI Logistik. Melalui pengembangan layanan angkutan berbasis kereta api dan infrastruktur pendukung di Sumatera Selatan, perusahaan berupaya menciptakan solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan.

Tak hanya di sektor energi, KAI Logistik juga memperluas pengembangan fasilitas pergudangan modern di Pulau Jawa. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat layanan logistik terintegrasi yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri.

Sejalan dengan transformasi dan ekspansi tersebut, KAI Logistik memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 10,4%. Perusahaan menargetkan pendapatan mencapai Rp1,8 triliun pada tahun 2029.

Dari sisi volume produksi, perusahaan membidik CAGR sebesar 11,8%, dengan target volume angkutan mencapai 47,2 juta ton pada 2029. Capaian ini ditopang oleh strategi penguatan infrastruktur, diversifikasi layanan, dan efisiensi operasional.

Baca Juga: Tiket KA Ekonomi Diskon 30% hingga 31 Juli 2025, Buruan Serbu!

Fredi menambahkan, capaian peringkat AA dari Pefindo menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan menuju visi sebagai penyedia layanan logistik terdepan di Indonesia.

"Kami akan terus berinovasi untuk memberikan solusi yang efisien, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan," ujarnya.

Dengan dukungan induk usaha PT KAI dan sinergi antarproyek strategis, KAI Logistik berkomitmen menjadi tulang punggung logistik nasional, khususnya di sektor angkutan berbasis kereta api dan distribusi komoditas vital seperti batu bara.

Langkah ekspansi dan penguatan keuangan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor logistik nasional.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
KJRI Penang : Konektivitas...
KJRI Penang : Konektivitas BNCT, Belawan - Penang - Port - Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan
Rekomendasi
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved