Siaga Tinggi, CEO Shell Wanti-wanti Dampak Pemblokiran Selat Hormuz
Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Di masa lalu, Iran telah menargetkan kapal-kapal yang melintasi titik penyempitan ini, dan mengancam bakal memblokir jalur perairan.
Dalam beberapa hari terakhir, ada gangguan sinyal dari kapal yang bisa jadi pertanda. "Apa yang saat ini sangat menantang adalah beberapa kesulitan komunikasi yang sedang terjadi," kata Sawan.
Apa yang disampaikan merujuk pada gangguan dalam sinyal navigasi di dalam dan sekitar Teluk Persia. Shell "sangat berhati-hati" dengan pengiriman di Timur Tengah karena konflik, katanya.
Pejabat senior AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan ke Iran dalam beberapa hari mendatang, menurut beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut. Sebuah sinyal yakni Washington sedang mengumpulkan infrastruktur untuk secara langsung terlibat dalam konflik dengan Teheran. Namun situasinya masih berkembang dan bisa berubah, kata mereka.
"Risiko gangguan pasokan energi yang serius akan meningkat jika pimpinan Iran percaya bahwa mereka menghadapi ancaman bertahan hidup yang eksistensial," kata analis RBC Capital Markets LLC, termasuk Helima Croft, dalam sebuah catatan.
Dalam beberapa hari terakhir, ada gangguan sinyal dari kapal yang bisa jadi pertanda. "Apa yang saat ini sangat menantang adalah beberapa kesulitan komunikasi yang sedang terjadi," kata Sawan.
Apa yang disampaikan merujuk pada gangguan dalam sinyal navigasi di dalam dan sekitar Teluk Persia. Shell "sangat berhati-hati" dengan pengiriman di Timur Tengah karena konflik, katanya.
Pejabat senior AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan ke Iran dalam beberapa hari mendatang, menurut beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut. Sebuah sinyal yakni Washington sedang mengumpulkan infrastruktur untuk secara langsung terlibat dalam konflik dengan Teheran. Namun situasinya masih berkembang dan bisa berubah, kata mereka.
"Risiko gangguan pasokan energi yang serius akan meningkat jika pimpinan Iran percaya bahwa mereka menghadapi ancaman bertahan hidup yang eksistensial," kata analis RBC Capital Markets LLC, termasuk Helima Croft, dalam sebuah catatan.
Lihat Juga :