Perkuat Komitmen Perusahaan Mendaur Ulang Sampah Plastik

Minggu, 22 Juni 2025 - 14:10 WIB
loading...
Perkuat Komitmen Perusahaan...
Fonterra Indonesia, produsen produk olahan susu berkualitas, memperkuat komitmen perusahaan untuk dapat mendaur ulang sebanyak mungkin sampah yang dihasilkan dari operasi perusahaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Volume sampah di Indonesia merupakan isu yang sangat mengkhawatirkan. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah setiap tahunnya.

Buruknya lagi, hanya sekitar 10-15% dari sampah ini yang berhasil terdaur ulang. Sedangkan 60-70% di antaranya berakhir langsung di TPA, dan 15-30% tidak terkelola. Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni lalu memacu Fonterra Indonesia untuk menggencarkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.

Pada momentum ini, Fonterra Indonesia, produsen produk olahan susu berkualitas, memperkuat komitmen perusahaan untuk dapat mendaur ulang sebanyak mungkin sampah yang dihasilkan dari operasi perusahaan.

Baca Juga: Pertama di Kawasan Asia Tenggara, Pabrik Fonterra Pakai Atap Panel Surya

Pada tahun 2023, Fonterra Indonesia berhasil mengurangi timbunan sampah dalam bentuk multi-layer plastic hingga 30% dengan mendaur ulang 100 metrik ton material, setara dengan muatan 37 truk sampah. Komitmen ini terus ditingkatkan pada 2024 dengan total pengurangan sampah mencapai 50% dan daur ulang sebanyak 250 metrik ton yang setara dengan 110 truk sampah.

Di tahun 2026 nanti, Fonterra memiliki target untuk berhasil mendaur ulang 350 metrik ton atau setara 150 truk sampah. Menggapai misi ini tentunya membutuhkan pendekatan kolaboratif sektor industri.

Oleh karenanya, Fonterra bekerja sama dengan IPRO (Indonesia Packaging Recovery Organization), sebuah organisasi nirlaba, sukarela, independen, dan dikelola secara profesional yang berfokus pada peningkatan pengumpulan dan daur ulang untuk kemasan pasca konsumsi.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi dengan jenis material plastik multilayer (MLP) yang cenderung sulit untuk diolah. Di dalam prosesnya, Fonterra mendukung pengumpulan, pemrosesan, dan daur ulang sampah kemasan pasca konsumsi MLP, seperti produk kemasan sachet, menjadi bahan baku seperti biji plastik, yang kemudian dapat digunakan untuk memproduksi terpal, ember, serta produk rumah tangga lainnya.

Program ini juga melibatkan mitra pengelola sampah kemasan pasca konsumsi dan masyarakat setempat, khususnya kelompok perempuan, melalui edukasi pemilahan sampah dari sumbernya.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Agus Rusly menyambut baik upaya Fonterra dalam mendukung target pengurangan sampah di Indonesia. Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 telah menetapkan target pengolahan sampah sebesar 51% pada akhir tahun 2025 dan mencapai 100% pada tahun 2029.

"Inisiatif seperti yang dilakukan Fonterra ini sangatlah membantu dalam mencapai target tersebut—khususnya dalam pengelolaan sampah yang sulit didaur ulang seperti plastik multilayer, sembari memberdayakan masyarakat dan mendorong pengembangan ekonomi sirkular yang inklusif," ungkap Agus Rusly.

Sementara itu General Manager Indonesia Packaging Recovery Organization, Reza Andreanto menerangkan, Fonterra merupakan salah satu mitra industri yang secara konsisten menunjukkan komitmen nyata terhadap pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Ia menyakini bahwa kolaborasi seperti ini sangatlah penting untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.

"Apalagi melalui inisiatif yang juga memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, untuk terlibat aktif dalam proses daur ulang dari hulu ke hilirnya. Inisiatif seperti ini krusial untuk memperkuat infrastruktur proses pengumpulan sampah kemasan pasca konsumsi melalui kegiatan edukasi agar sampah kemasan tersebut dapat terpilah dengan baik, sehingga akan mudah prosesnya untuk dapat di daur ulang kembali,” ungkapnya.

Kini, sampah kemasan pasca konsumsi plastik multilayer yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dan sulit didaur ulang telah memiliki nilai baru. Melalui program ini, sampah kemasan pasca konsumsi tersebut diolah menjadi serpihan (flakes) yang dapat dimanfaatkan oleh industri daur ulang.

Inisiatif ini tidak hanya mengurangi sampah yang berakhir di TPA dan menekan dampak lingkungan dari metode pembuangan konvensional, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dengan memberikan tambahan penghasilan dari pengumpulan sampah.

Direktur Operasional Fonterra Brands Indonesia, M. Ali Nasution menjelaskan “Perusahaan kami berfokus pada pengelolaan sampah plastik pasca konsumsi yang sulit diolah yang sekaligus dapat membuka peluang-peluang baru bagi masyarakat. Komitmen kami adalah untuk mencapai target daur ulang hingga 350 metrik ton pada 2026 sembari melibatkan masyarakat dalam prosesnya sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mendorong ekonomi sirkular yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.”

Upaya keberlanjutan Fonterra juga diperlihatkan pada sektor lainnya. Di fasilitas produksi Fonterra di Cikarang, perusahaan telah melakukan pemasangan panel surya untuk menekan emisi gas rumah kaca yang memenuhi 37% total konsumsi pabrik. Pemanfaatan sistem panen air hujan untuk efisiensi penggunaan air juga telah berhasil menekan lebih dari 45% penggunaan air di fasilitas.

Selain itu, sebanyak 98% dari sampah yang dihasilkan oleh fasilitas telah dikelola secara efektif melalui proses daur ulang. Komitmen-komitmen ini berhasil diakui secara resmi melalui penghargaan Sertifikasi Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Baca Juga: Save The Children Bersama Anak dan Orang Muda Cegah 19 Ton Sampah Plastik di Jakarta

Selaras dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Fonterra percaya bahwa masa depan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi dan aksi nyata. Dengan terus mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi, memperkuat kemitraan strategis, serta memberdayakan komunitas lokal, Fonterra berambisi untuk mencapai target perusahaan untuk menjadi net zero pada tahun 2050.

Untuk mewujudkan ini, perusahaan sadar bahwa menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang Tanah Air adalah kuncinya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Menebar Kasih di Hari...
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
Tumbuhkan Generasi Kreatif,...
Tumbuhkan Generasi Kreatif, Kodomo dan Alfamart Ajak 1.100 Anak Warnai Indonesia
Mempererat Tali Silaturahmi,...
Mempererat Tali Silaturahmi, Hankook Tire Indonesia Berbagi Hewan Kurban
Wujudkan Lingkungan...
Wujudkan Lingkungan Bersih, MUF Hadirkan Program Bank Sampah di Rorotan
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
Anak Diajarkan Bijak...
Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
Material Kompos di Klungkung...
Material Kompos di Klungkung Tercampur Plastik, Tika Winawan Desak Pengawasan Hulu hingga ke Hilir
PGN Gelar Program Tukar...
PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG
Rekomendasi
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Berita Terkini
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved