Awas Resesi Global, Iran Tutup Selat Hormuz Bisa Memicu Lonjakan Harga Minyak

Senin, 23 Juni 2025 - 09:26 WIB
loading...
Awas Resesi Global,...
Pemblokiran Selat Hormuz memicu kekhawatiran lonjakan tajam harga minyak dunia yang dapat memicu resesi global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Parlemen Iran telah memilih untuk menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur pengiriman vital sebagai balasan atas serangan Presiden AS Donald Trump terhadap negara tersebut. Pemblokiran Selat Hormuz memicu kekhawatiran lonjakan tajam harga minyak dunia yang dapat memicu resesi global .

Namun keputusan Trump untuk bersama Israel dengan melancarkan serangan AS ke Iran telah memicu serangkaian peristiwa yang diperingatkan para analis dapat mendorong harga minyak menjadi jauh lebih tinggi. Seperti diketahui kontrak berjangka minyak mentah telah mengalami lonjakan lebih dari 10% sejak perang Iran vs Israel dimulai.

Kini ancaman penutupan Selat Hormuz diyakini bakal semakin membuat harga minyak mentah semakin mahal. Pasalnya seperlima dari konsumsi minyak dunia mengalir melalui Selat Hormuz, yang merupakan pintu gerbang dari Teluk Persia.

Baca Juga: AS Desak China Bujuk Iran Tak Menutup Selat Hormuz

Pemungutan suara parlemen Iran yang dilaporkan oleh Reuters, disebutkan sifatnya tidak mengikat karena keputusan akhir berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Tetapi analis sudah memprediksi kenaikan harga minyak USD5 sebelum hasil pemungutan suara diketahui.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio meminta pihak berwenang China untuk mendesak Iran agar tidak menutup Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pengiriman minyak utama dunia.

Pernyataan Rubio di Fox News "Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo" terlontar setelah penyiar Iran Press TV melaporkan bahwa parlemen Iran telah menyetujui untuk menutup Selat Hormuz, di mana sekitar 20% pasokan minyak dan gas global melewatinya.

Analis memperingatkan keadaan bisa dengan cepat berubah buruk bagi pasar minyak dan ekonomi global, jika muncul tanda-tanda konkret peningkatan ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Baca Juga: Siaga Tinggi, CEO Shell Wanti-wanti Dampak Pemblokiran Selat Hormuz

"Jika titik choke ekonomi yang penting ini ditutup, gangguan semacam itu akan mendorong harga minyak menuju USD100 per barel, atau bahkan lebih tinggi," tulis Joe Brusuelas, kepala ekonom untuk RSM US, dalam sebuah catatan kepada investor.

Sementara itu analis di JPMorgan Chase telah menyuarakan kekhawatiran akan pemblokiran Selat Hormuz sebagai "skenario terburuk". Ia memperkirakan, efeknya bisa mendorong inflasi di AS menjadi 5%.

Ini karena jalur transportasi laut itu tempat sekitar 20% pengiriman minyak dan gas alam dunia melewati negara-negara penghasil minyak Teluk — tidak hanya Iran, tetapi juga Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan lainnya - dan banyak negara lain.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Rekomendasi
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Investor...
MNC Sekuritas Ajak Investor Pahami Saham Syariah lewat Webinar Gratis Beli Saham Syariah
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Indomaret Hadirkan Pokemon School Collection
Pegadaian Buktikan Kualitas...
Pegadaian Buktikan Kualitas Layanan Terbaik lewat Borong Awards di Asia Pasifik
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
AdMedika Salurkan Bantuan...
AdMedika Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer Melalui Program Jaga Sejahtera
Infografis
Awas! Ini 3 Kebiasaan...
Awas! Ini 3 Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Hipertensi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved