Hadapi Persaingan 2025, MVN Rebranding Indovision dan Pacu Distribusi Konten Digital

Senin, 23 Juni 2025 - 19:41 WIB
loading...
Hadapi Persaingan 2025,...
PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) mengumumkan serangkaian strategi bisnis baru untuk menghadapi tantangan industri media dan teknologi yang semakin kompetitif di 2025. FOTO/Tangguh Yudha
A A A
JAKARTA - PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) mengumumkan serangkaian strategi bisnis baru untuk menghadapi tantangan industri media dan teknologi yang semakin kompetitif di 2025. Strategi tersebut disampaikan dalam Public Expose yang digelar pada Senin (23/6), dan mencakup penguatan layanan TV berlangganan, distribusi konten digital, serta optimalisasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Direktur Utama MVN, Endang Mayawati, menjelaskan bahwa kinerja perusahaan sepanjang 2024 mencatatkan hasil positif, khususnya pada lini Direct-to-Home (DTH), Pay TV (PTV), MNC Kabel Mediakom (MKM), serta infrastruktur berbasis ICT. Meski demikian, ia menegaskan bahwa 2025 akan menjadi tahun yang penuh tantangan, sehingga diperlukan langkah strategis yang adaptif.

"Performa tahun lalu cukup baik, tapi ke depan kami harus berkembang lebih agresif. Untuk sektor ICT dan MKM, kami akan fokus pada penyaluran serta distribusi konten. DTH seperti Indovision dan K-Vision tetap berjalan, dan MNC Play juga akan terus diperkuat sebagai layanan IPTV," ujar Endang.

Baca Juga: Rebut Hati Pelanggan, MNC Vision Kembali Ganti Nama Jadi Indovision

Dalam menghadapi tekanan ekonomi makro dan ketatnya persaingan industri media, MVN berkomitmen memanfaatkan teknologi terkini. Salah satunya adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mengembangkan konten yang lebih relevan dan personal bagi pelanggan.

"Intinya kami ingin terus memberikan yang terbaik. Kami akan maksimalkan potensi channel, dan juga mendalami pemanfaatan AI untuk pengembangan konten serta layanan ke depan," kata Endang.

Wakil Direktur Utama MVN, Herman Kusno, menambahkan bahwa kolaborasi strategis menjadi bagian penting dalam roadmap bisnis tahun ini. MVN disebut akan menggandeng mitra untuk pengembangan teknologi dan distribusi konten melalui berbagai platform digital.

"Untuk sektor ICT, kami akan membangun kerja sama dalam pengembangan peralatan teknologi dengan biaya pihak ketiga. Distribusi konten nantinya tidak hanya melalui DTH dan IPTV, tapi juga melalui jaringan ISP yang akan meningkatkan cakupan dan potensi pendapatan," jelas Herman.

Sementara, MVN juga mengumumkan langkah strategis berupa rebranding layanan MNC Vision kembali menjadi Indovision. Direktur MVN, Adita Widyansari, menyampaikan bahwa perubahan ini bertujuan mengembalikan identitas kuat yang telah melekat di benak publik sejak lama.

"Tahun ini kami akan melakukan rebranding MNC Vision menjadi Indovision. Sebagai pelopor PTV satelit di Indonesia, Indovision memiliki kekuatan merek yang kuat. Kami akan fokus melayani segmen keluarga muda atau sandwich generation, yang mencakup anak-anak hingga lansia," ungkap Adita.

Baca Juga: Gelar RUPST, MNC Sky Vision Ubah Susunan Dewan Komisaris

Adita menjelaskan, tayangan untuk anak akan difokuskan pada hiburan edukatif yang aman, sementara bagi lansia, pengalaman menonton akan dibuat lebih sederhana dan nyaman.

MVN juga memperluas distribusi konten melalui jaringan TV kabel daerah dan ISP lokal, guna menjangkau lebih banyak pemirsa dengan linear channel milik perusahaan. MVN optimistis dapat memperkuat posisi bisnis dan meningkatkan daya saing di tengah disrupsi digital yang terus berlangsung.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
MNC Bank Borong 5 Penghargaan...
MNC Bank Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026
BSI dan Baznas Hadirkan...
BSI dan Baznas Hadirkan Layanan DAM Haji dan Kurban Digital
Melalui Teknologi Otonom,...
Melalui Teknologi Otonom, Registrasi Digital Siap Bantu Industri Event
Waspada Penipuan Digital,...
Waspada Penipuan Digital, OVO Ingatkan Warga Jangan Bagikan OTP dan PIN
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Rekomendasi
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved