Misi KSDI Membangun Internet hingga Satelit Desa
Selasa, 08 September 2020 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan Tedy, aplikasi Superdesa ini merupakan platform digital desa yang dapat dipesan sesuai kebutuhan misalnya untuk kepentingan pemerintahan kabupaten atau kota. "Akan ada zoom atau Guyup, chatting Whastapp atau Sambung. Terdapat pula laku-beli semacam Tokopedia. Ada pula sosial medianya yang dinamakan Temu. Untuk namanya masih bisa dikomplain,” kata Tedy mengakhiri paparannya.
(Baca Juga: Koperasi Jangan Sampai Goyah Demi Selamatkan Ekonomi Nasional )
Ketua Dewan Pengawas KSDI, Budiman Sudjatmiko yang hadir lewat video conference juga menyampaikan, bahwa filosofi nama KSDI yang merupakan singkatan dari empat kata yang menurutnya adalah penggabungan hal-hal baik dan hal-hal hebat.
“Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian Indonesia dengan semangat kegotong-royongan, satelit (komunikasi) merupakan benda hebat yang ada di di langit, teknologi canggih menjadi sarana yang mampu menghubungkan dan menyatukan wilayah nusantara, yang bisa dimaknai pula sebagai transponder gagasan ide yang berbasis teknologi.
"Hal hebat lain yakni desa yang berada di bumi yang di dalamnya terdapat kebudayaan, kegotongroyongan, sumber daya alam dan sumber daya manusia,” kata politikus PDI Perjuangan dan juga founder Innovator 4.0 Indonesia itu.
(Baca Juga: Koperasi Jangan Sampai Goyah Demi Selamatkan Ekonomi Nasional )
Ketua Dewan Pengawas KSDI, Budiman Sudjatmiko yang hadir lewat video conference juga menyampaikan, bahwa filosofi nama KSDI yang merupakan singkatan dari empat kata yang menurutnya adalah penggabungan hal-hal baik dan hal-hal hebat.
“Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian Indonesia dengan semangat kegotong-royongan, satelit (komunikasi) merupakan benda hebat yang ada di di langit, teknologi canggih menjadi sarana yang mampu menghubungkan dan menyatukan wilayah nusantara, yang bisa dimaknai pula sebagai transponder gagasan ide yang berbasis teknologi.
"Hal hebat lain yakni desa yang berada di bumi yang di dalamnya terdapat kebudayaan, kegotongroyongan, sumber daya alam dan sumber daya manusia,” kata politikus PDI Perjuangan dan juga founder Innovator 4.0 Indonesia itu.
Lihat Juga :