Gelar RUPST, Medela Potentia Bagikan Dividen Rp137,4 Miliar
Rabu, 25 Juni 2025 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Laba bersih MDLA juga mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 13,3%, naik dari Rp303,09 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp343,27 miliar pada tahun 2024. MDLA juga mencatatkan total aset sebesar Rp5,73 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,70 triliun.
Sementara itu, total ekuitas perusahaan meningkat sebesar 13,7% menjadi Rp2,21 triliun dibandingkan Rp1,94 triliun pada tahun 2024. Peningkatan liabilitas menjadi Rp3,52 triliun pada akhir 2024 turut mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat infrastruktur logistik, ketahanan manufaktur dan digitalisasi rantai pasok sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang.
Strategi Bisnis Berkelanjutan PT Medela Potentia Tbk menjalankan model bisnis terintegrasi melalui empat pilar utama, yaitu pertama, distribusi produk farmasi dan kesehatan. Kedua, pemasaran dan penjualan alat kesehatan. Ketiga, manufaktur alat kesehatan. Keempat, penyediaan platform digital dalam ekosistem kesehatan seperti GoApotik dan GPOS.
Jaringan distribusi perusahaan yang kuat dengan 35 kantor cabang dan gudang yang menjangkau lebih dari 100.000 fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia, menjadikan perusahaan sebagai pemain strategis di sektor kesehatan nasional. “Kami membangun pertumbuhan jangka panjang melalui digitalisasi, efisiensi rantai pasok, dan penguatan produksi dalam negeri. Dengan tata kelola yang kuat dan strategi yang berorientasi masa depan, kami optimistis dapat terus memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” lanjutnya. Baca juga: Medela Potentia Resmi Melantai di Bursa, Himpun Dana Rp685 Miliar
Perseroan menilai prospek sektor kesehatan Indonesia tetap positif seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan, permintaan terhadap produk dalam negeri, dan akselerasi transformasi digital di bidang kesehatan. RUPST juga menyetujui pengesahan laporan tahunan Perseroan tahun buku 2024, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2025, penetapan remunerasi bagi anggota direksi dan dewan komisaris, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) yang telah dialokasikan secara akuntabel dan tepat sasaran.
Sementara itu, total ekuitas perusahaan meningkat sebesar 13,7% menjadi Rp2,21 triliun dibandingkan Rp1,94 triliun pada tahun 2024. Peningkatan liabilitas menjadi Rp3,52 triliun pada akhir 2024 turut mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat infrastruktur logistik, ketahanan manufaktur dan digitalisasi rantai pasok sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang.
Strategi Bisnis Berkelanjutan PT Medela Potentia Tbk menjalankan model bisnis terintegrasi melalui empat pilar utama, yaitu pertama, distribusi produk farmasi dan kesehatan. Kedua, pemasaran dan penjualan alat kesehatan. Ketiga, manufaktur alat kesehatan. Keempat, penyediaan platform digital dalam ekosistem kesehatan seperti GoApotik dan GPOS.
Jaringan distribusi perusahaan yang kuat dengan 35 kantor cabang dan gudang yang menjangkau lebih dari 100.000 fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia, menjadikan perusahaan sebagai pemain strategis di sektor kesehatan nasional. “Kami membangun pertumbuhan jangka panjang melalui digitalisasi, efisiensi rantai pasok, dan penguatan produksi dalam negeri. Dengan tata kelola yang kuat dan strategi yang berorientasi masa depan, kami optimistis dapat terus memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” lanjutnya. Baca juga: Medela Potentia Resmi Melantai di Bursa, Himpun Dana Rp685 Miliar
Perseroan menilai prospek sektor kesehatan Indonesia tetap positif seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan, permintaan terhadap produk dalam negeri, dan akselerasi transformasi digital di bidang kesehatan. RUPST juga menyetujui pengesahan laporan tahunan Perseroan tahun buku 2024, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2025, penetapan remunerasi bagi anggota direksi dan dewan komisaris, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) yang telah dialokasikan secara akuntabel dan tepat sasaran.
(poe)
Lihat Juga :