Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara

Kamis, 26 Juni 2025 - 09:32 WIB
loading...
Bangun Ekonomi Konsumen...
Perdana Menteri China, Li Qiang menggambarkan negaranya sebagai kekuatan yang bisa menjadi penyeimbang dalam lanskap perdagangan global yang cepat berubah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri China, Li Qiang menunjukkan keyakinannya bahwa China dapat mengubah konsumsi menjadi penggerak untuk ekonomi. Ia juga menggambarkan negaranya sebagai kekuatan yang bisa menjadi penyeimbang dalam lanskap perdagangan global yang cepat berubah.

Pembuat kebijakan sedang mengembangkan China "menjadi kekuatan konsumen mega di atas fondasi solid sebagai kekuatan manufaktur," kata Li ketika berpidato dalam Forum Ekonomi Dunia di Tianjin beberapa waktu lalu.

"Ini akan membawa pasar yang luas bagi perusahaan dari semua negara," paparnya.

Baca Juga: Perekonomian China dalam Pusaran Krisis Terbesar sejak Dua Dekade Terakhir

Dia menambahkan, bahwa meskipun dunia melihat banyak gesekan perdagangan global, China berada dalam posisi "untuk melewati siklus, bergerak maju dengan stabil, dan terus menyuntikkan lebih banyak stabilitas dan kepastian ke dalam ekonomi global."

Meski tidak secara langsung menyebutkan tarif Trump atau pembatasan teknologi Washington, akan tetapi Li Qiang menyerukan "semua pihak untuk menghindari politisasi masalah ekonomi dan perdagangan,". Ia mengatakan bahwa pendekatan Beijing menawarkan hasil keuntungan bersama.

Pejabat China sering kali menyatakan keyakinan mereka dapat membangun sektor konsumen menjadi mesin utama perekonomian, akan tetapi tugas ini menjadi semakin mendesak karena pemerintah di seluruh dunia menekan jumlah ekspor yang sangat besar.

Sementara itu kesepakatan perang dagang dengan AS terbilang rapuh. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu terus berjuang dengan sentimen pelemahan konsumen dan tekanan deflasi, meskipun penjualan ritel tetap kuat pada bulan Mei memberikan angin segar di tengah gelombang tarif AS.

Antusiasme konsumen terhadap program tukar tambah barang rumah tangga yang disubsidi pemerintah sangat besar, sehingga provinsi-provinsi dengan cepat kehabisan dana yang telah didistribusikan oleh pemerintah nasional.

China disebut akan mengalokasikan sekitar USD19,2 miliar yang bakal dikucurkan kepada provinsi-provinsi untuk memastikan akses konsumen terhadap subsidi sepanjang tahun ini. Menekankan dorongan China untuk merombak ekonominya, Wakil Perdana Menteri, He Lifeng mengatakan, bahwa negara itu akan "secara aktif memperluas permintaan domestik untuk meningkatkan konsumsi," seperti dilansir Kantor Berita Resmi Xinhua.

Baca Juga: China Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 5% di Tengah Hantaman Tarif Trump

Ia menambahkan bahwa promosi program trade-in perlu diterapkan lebih lanjut. Dalam pidatonya di acara Forum Ekonomi Dunia, Li juga memuji kemajuan China di beberapa bidang seperti kendaraan listrik dan kecerdasan buatan.

Ditegaskan juga olehnya China akan “berbagi teknologi asli dan skenario inovatif dengan negara-negara di seluruh dunia.” Pernyataan itu mungkin dimaksudkan untuk membandingkan dengan AS, yang berusaha menghalangi China dari semikonduktor maju dan peralatan berteknologi tinggi lainnya atas dasar keamanan nasional.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Negara-negara ASEAN,...
Negara-negara ASEAN, China dan Jepang Bersatu Siap Kuasai Ekonomi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved