Pertamina Dukung UMKM Jelajahi Pasar Internasional lewat UMK Academy

Jum'at, 27 Juni 2025 - 15:00 WIB
loading...
Pertamina Dukung UMKM...
Pertamina menjelajahi pasar internasional melalui program UMK Academy 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mendorong produk-produk besutan usaha mikro dan kecil (UMK) untuk bisa menjelajahi pasar internasional melalui program UMK Academy 2025. Salah satunya adalah Namira Ecoprint, usaha fesyen ramah lingkungan asal Surabaya yang merupakan salah satu peserta program pendampingan usaha mikro dan kecil yang digagas Pertamina sejak 2020.

Akselerator Pertamina UMK Academy 2025 Aliff Indira Thahir mengatakan, Namira Ecoprint dan peserta lain akan mengikuti berbagai pelatihan intensif. Para peserta juga mendapatkan pendampingan usaha, coaching one on one, hingga ikut serta dalam berbagai pameran nasional dan internasional untuk memperluas pasar

"Namira akan bergabung dalam kelas Go Global. Dengan begitu, Namira Ecoprint bisa naik kelas, lebih adaptif terhadap berbagai perkembangan, dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional," kata Aliff dalam keterangannya, Jumat (27/6).

Baca Juga: Danantara Bakal Suntik Modal Rp1,9 Triliun ke Pertamina Geothermal Energy

Program UMK Academy 2025, jelas Aliff, diadakan oleh Pertamina untuk mendorong pelaku usaha mikro dan kecil untuk semakin maju, bahkan hingga tingkat internasional. Harapannya, UMK bisa memberi dampak lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Juga, mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah maupun tingkat nasional.

Mengambil tema "Beri Energi Baru Menuju UMK Maju", kick off Pertamina UMK Academy 2025 Skala Regional digelar pada 14-21 Mei 2025 di delapan kota di Indonesia. Vice President Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterprise Partnership Program Pertamina Rudi Arifianto mengatakan, tahun ini ada 1.490 pelaku usaha yang lolos seleksi UMK Academy.

Para peserta akan mengikuti pelatihan dan pendampingan di tingkat regional. Peserta terbaik di setiap wilayah akan melaju ke tingkat nasional dan mendapatkan pembinaan lewat kurikulum seperti Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Setiap kurikulum disisipi konsep Go Green untuk membentuk pelaku usaha yang peduli lingkungan.

"Tahun ini kami menyiapkan sistem pembelajaran digital, yaitu Platform UMK Academy, untuk meningkatkan keterampilan bisnis melalui modul interaktif, video edukatif, asesmen, dan gamifikasi," kata Rudi.

UMK Academy 2025 juga menghadirkan format baru. Pelatihan akan difokuskan pada sektor tertentu seperti agribisnis, craft, fesyen, wastra, food and beverage, serta jewelry. Para peserta akan dihubungkan dengan rantai pasok lokal, nasional, dan internasional.

"Program ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya poin ketiga, yaitu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif," imbuh Rudi.

Baca Juga: Pertamina Didapuk Sebagai Pembina UMKM Paling Berdedikasi di UMKM BUMN Award 2025

Pemilik Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, bersyukur usaha yang dirintisnya sejak 2019 itu bisa menjadi peserta kelas Go Global. Ia pun optimistis bisa melaju ke tingkat nasional. "Saya berharap bisa menjadi pemenang agar mendapatkan hibah alat teknologi supaya Namira Ecoprint semakin tumbuh dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar," ujarnya.

Setiap bulan Namira Ecoprint memproduksi sekitar 500 produk handmade, mulai dari kain, kerudung, hingga jaket kulit domba. Produk Namira pun telah merambah berbagai negara seperti Thailand, Oman, Arab Saudi, Eropa, Rusia hingga Kanada.

Yayuk kini mempekerjakan sepuluh orang, termasuk penyandang disabilitas. Ia berharap UMK Academy 2025 bisa membantu Namira Ecoprint lebih berkembang dan menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Rekomendasi
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved