Berani Lawan Israel, Mengapa Ekonomi Iran Tetap Tangguh Meski Puluhan Tahun Diembargo AS?
Jum'at, 27 Juni 2025 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Keuangan Iran, Ali Madani-Zadeh, menyebut roda ekonomi tetap berputar meski serangan dari Israel menghantam beberapa fasilitas penting. Organisasi Pengumpulan dan Penjualan Aset Milik Negara (OCSSOP) berhasil mengelola aset senilai 5,1 kuadriliun rial atau sekitar USD10,2 miliar dan mengembalikan 96 persen barang sitaan ke sektor produksi.
Pelayanan publik tetap beroperasi normal. Proses lelang aset berjalan lancar dengan partisipasi masyarakat yang tinggi. Stabilitas ekonomi yang tampak ini tak lepas dari manajemen fiskal yang cermat serta sinyal kuat bahwa negara tetap berjalan meski dalam situasi sulit.
Lebih mencengangkan lagi, di tengah tekanan tersebut, Iran mencatat lonjakan investasi asing. Pada kuartal I-2025, nilai investasi asing langsung (FDI) yang disetujui mencapai hampir USD10 miliar atau sekitar Rp163 triliun. Energi terbarukan, pertambangan, dan pariwisata menjadi sektor favorit para investor dari UEA, Turki, China, hingga Korea Selatan.
Wakil Menteri dan Kepala Organisasi Investasi Iran, Abolfazl Koudei, menyebut efisiensi birokrasi sebagai alasan utama lonjakan minat investor. "Kami tengah menyiapkan berbagai insentif fiskal untuk mendorong lebih banyak investasi ke sektor strategis," ujar dia dikutip dari Tehran Times.
Baca Juga: Iran Sedang Luncurkan Perang Rahasia Melawan Mossad, CIA, dan MI6
Pelayanan publik tetap beroperasi normal. Proses lelang aset berjalan lancar dengan partisipasi masyarakat yang tinggi. Stabilitas ekonomi yang tampak ini tak lepas dari manajemen fiskal yang cermat serta sinyal kuat bahwa negara tetap berjalan meski dalam situasi sulit.
Lebih mencengangkan lagi, di tengah tekanan tersebut, Iran mencatat lonjakan investasi asing. Pada kuartal I-2025, nilai investasi asing langsung (FDI) yang disetujui mencapai hampir USD10 miliar atau sekitar Rp163 triliun. Energi terbarukan, pertambangan, dan pariwisata menjadi sektor favorit para investor dari UEA, Turki, China, hingga Korea Selatan.
Wakil Menteri dan Kepala Organisasi Investasi Iran, Abolfazl Koudei, menyebut efisiensi birokrasi sebagai alasan utama lonjakan minat investor. "Kami tengah menyiapkan berbagai insentif fiskal untuk mendorong lebih banyak investasi ke sektor strategis," ujar dia dikutip dari Tehran Times.
Baca Juga: Iran Sedang Luncurkan Perang Rahasia Melawan Mossad, CIA, dan MI6
Lihat Juga :