BRI Insurance Optimalkan Manajemen Risiko untuk Keberlanjutan Bisnis
Jum'at, 27 Juni 2025 - 18:22 WIB
loading...
PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance terus menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta penguatan manajemen risiko. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance terus menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta penguatan manajemen risiko sebagai fondasi utama menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompleks.
Langkah strategis tersebut tercermin dalam berbagai inisiatif penguatan internal yang dilakukan perusahaan. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRI Insurance, Heri Supriyadi, menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian, etika bisnis, dan pengelolaan risiko menjadi pijakan utama dalam menjalankan operasional perusahaan.
“Kami percaya bahwa membangun kepercayaan nasabah tidak bisa dilepaskan dari integritas serta penerapan tata kelola perusahaan yang konsisten dan menyeluruh,” ujar Heri dalam keterangannya, Jumat (27/6).
Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp13,67 Triliun di Kuartal I 2025
Menurut Heri, praktik tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG) tidak hanya sekadar kewajiban, tetapi menjadi budaya yang tertanam di seluruh lini organisasi. Hal ini menjadi penting, terlebih dalam menghadapi tantangan industri asuransi yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi.
BRI Insurance juga secara aktif memperkuat struktur manajemen risiko perusahaan. Sistem pengawasan risiko diterapkan secara menyeluruh mulai dari proses underwriting, pengelolaan aset, hingga hubungan dengan mitra dan nasabah. Proses ini didesain untuk memastikan keberlanjutan bisnis yang tangguh dan adaptif.
“Kami mengembangkan pendekatan risk governance yang responsif terhadap perubahan lanskap industri. Inilah yang kami yakini dapat menciptakan ketahanan jangka panjang,” jelas Heri.
Tak hanya itu, perusahaan juga terus mendorong inovasi dalam penyediaan layanan asuransi yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan memperkuat peran asuransi dalam ekosistem ekonomi nasional.
Transformasi digital dan penguatan sumber daya manusia menjadi dua elemen utama yang mendukung implementasi GCG dan manajemen risiko secara berkelanjutan. BRI Insurance disebut terus melakukan peningkatan kapasitas internal agar mampu bersaing secara sehat dan profesional di industri asuransi umum.
Baca Juga: Pertamina Dukung UMKM Jelajahi Pasar Internasional lewat UMK Academy
Di tengah ketidakpastian global dan tren risiko baru, seperti risiko siber dan bencana alam, BRI Insurance berupaya membangun sistem mitigasi yang andal serta adaptif terhadap perubahan.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya, BRI Insurance baru-baru ini menerima dua penghargaan nasional, yakni dalam ajang Best Insurance Award 2025 untuk kategori Asuransi Umum Kelas Aset di atas Rp5 triliun, serta Excellence Good Corporate Governance Awards 2025 atas kinerja tata kelola perusahaan dan penguatan manajemen risiko.
Langkah strategis tersebut tercermin dalam berbagai inisiatif penguatan internal yang dilakukan perusahaan. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRI Insurance, Heri Supriyadi, menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian, etika bisnis, dan pengelolaan risiko menjadi pijakan utama dalam menjalankan operasional perusahaan.
“Kami percaya bahwa membangun kepercayaan nasabah tidak bisa dilepaskan dari integritas serta penerapan tata kelola perusahaan yang konsisten dan menyeluruh,” ujar Heri dalam keterangannya, Jumat (27/6).
Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp13,67 Triliun di Kuartal I 2025
Menurut Heri, praktik tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG) tidak hanya sekadar kewajiban, tetapi menjadi budaya yang tertanam di seluruh lini organisasi. Hal ini menjadi penting, terlebih dalam menghadapi tantangan industri asuransi yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi.
BRI Insurance juga secara aktif memperkuat struktur manajemen risiko perusahaan. Sistem pengawasan risiko diterapkan secara menyeluruh mulai dari proses underwriting, pengelolaan aset, hingga hubungan dengan mitra dan nasabah. Proses ini didesain untuk memastikan keberlanjutan bisnis yang tangguh dan adaptif.
“Kami mengembangkan pendekatan risk governance yang responsif terhadap perubahan lanskap industri. Inilah yang kami yakini dapat menciptakan ketahanan jangka panjang,” jelas Heri.
Tak hanya itu, perusahaan juga terus mendorong inovasi dalam penyediaan layanan asuransi yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan memperkuat peran asuransi dalam ekosistem ekonomi nasional.
Transformasi digital dan penguatan sumber daya manusia menjadi dua elemen utama yang mendukung implementasi GCG dan manajemen risiko secara berkelanjutan. BRI Insurance disebut terus melakukan peningkatan kapasitas internal agar mampu bersaing secara sehat dan profesional di industri asuransi umum.
Baca Juga: Pertamina Dukung UMKM Jelajahi Pasar Internasional lewat UMK Academy
Di tengah ketidakpastian global dan tren risiko baru, seperti risiko siber dan bencana alam, BRI Insurance berupaya membangun sistem mitigasi yang andal serta adaptif terhadap perubahan.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya, BRI Insurance baru-baru ini menerima dua penghargaan nasional, yakni dalam ajang Best Insurance Award 2025 untuk kategori Asuransi Umum Kelas Aset di atas Rp5 triliun, serta Excellence Good Corporate Governance Awards 2025 atas kinerja tata kelola perusahaan dan penguatan manajemen risiko.
(nng)
Lihat Juga :