Pos Indonesia dan BPKH Sinergi Tingkatkan Layanan Logistik Haji dan Umrah
Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:57 WIB
loading...
Pos Indonesia dan BPKH resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat layanan logistik terintegrasi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat layanan logistik terintegrasi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Muamalat Tower, Jakarta, Selasa (24/6/2025), yang dihadiri jajaran manajemen kedua lembaga dan tamu undangan.
Plt. Direktur Utama Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menghadirkan sistem pelayanan logistik ibadah haji yang modern, efisien, dan terintegrasi.
"Nota kesepahaman ini adalah komitmen Pos Indonesia dan BPKH memberikan pelayanan logistik secara modern, efisien, dan terintegrasi kepada jemaah haji dan umrah," ujar Endy dalam keterangannya, Sabtu (28/6).
Baca Juga: PosIND dan Bank Muamalat Permudah Pendaftaran Haji Melalui 4.800 Kantor Pos
Pos Indonesia akan mengoptimalkan jaringan logistik nasional dan global yang dimilikinya, termasuk 42 Kantor Cabang Utama, 168 Kantor Cabang, serta lebih dari 4.000 Kantor Cabang Pembantu. Jaringan ini juga terhubung dengan layanan pos internasional di 222 negara.
Selain infrastruktur fisik, Pos Indonesia mengintegrasikan layanan digital melalui aplikasi Pos Aja! untuk pengiriman berbasis kurir digital dan Pospay untuk transaksi keuangan berbasis giro. Perusahaan juga didukung tiga anak usaha strategis: Pos Logistics, Pos Properti, dan Pos Digi, yang siap mendukung kebutuhan logistik dan finansial jemaah.
Endy menambahkan, Pos Indonesia telah lama berperan dalam pengiriman barang jemaah haji. Tahun ini, perusahaan berhasil mendistribusikan hampir 150 ton barang dari Makkah dan hampir 100 ton dari Madinah ke berbagai daerah di Indonesia secara tepat waktu, berkat sistem pelacakan digital yang terintegrasi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara BUMN dan lembaga pengelola dana umat untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji secara menyeluruh.
"Kerja sama ini akan memanfaatkan jaringan infrastruktur dan logistik PT Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga bisa mendukung BPKH dalam memastikan setiap layanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia," jelas Endy.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pembentukan Project Management Office untuk kajian bisnis bersama, pengembangan layanan kurir dan logistik, ekspor-impor, pemanfaatan jaringan pos untuk pengembangan entitas anak usaha BPKH, serta kolaborasi layanan jasa keuangan. Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan logistik untuk petugas haji, kebutuhan katering, obat-obatan, dan pengiriman paket dari keluarga PMI.
Baca Juga: Beasiswa Ikatan Dinas Pos Indonesia ULBI 2025 Diperpanjang, Lulus Langsung Kerja
Potensi logistik dari kawasan Timur Tengah sangat besar, meliputi kiriman dari 240 ribu jemaah haji resmi, 1,5 juta jemaah umrah, satu juta pekerja migran Indonesia (PMI), serta pengiriman daging kurban dan daging DAM yang diperkirakan mencapai 1.250 ton. Ada pula kiriman dari petugas haji dan perlengkapan kerjanya dengan estimasi volume hingga 200 ton.
Pos Indonesia siap mengembangkan layanan logistik outbound dan inbound, termasuk pengiriman bumbu dan rempah-rempah untuk katering jemaah, alat kesehatan, makanan siap saji, serta kiriman keluarga PMI. Sementara inbound mencakup kiriman paket jemaah, daging kurban, barang PMI, hingga logistik dari Konsulat Jenderal RI dan Atase Perdagangan.
Layanan logistik haji dari Pos Indonesia dinilai semakin terjangkau dan terpercaya dengan tarif kompetitif dan pembebasan pajak sesuai regulasi, Ke depan, Pos Indonesia dan BPKH berkomitmen memperkuat sinergi guna memastikan setiap proses logistik haji berjalan lancar, transparan, dan sesuai standar pelayanan terbaik.
Plt. Direktur Utama Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menghadirkan sistem pelayanan logistik ibadah haji yang modern, efisien, dan terintegrasi.
"Nota kesepahaman ini adalah komitmen Pos Indonesia dan BPKH memberikan pelayanan logistik secara modern, efisien, dan terintegrasi kepada jemaah haji dan umrah," ujar Endy dalam keterangannya, Sabtu (28/6).
Baca Juga: PosIND dan Bank Muamalat Permudah Pendaftaran Haji Melalui 4.800 Kantor Pos
Pos Indonesia akan mengoptimalkan jaringan logistik nasional dan global yang dimilikinya, termasuk 42 Kantor Cabang Utama, 168 Kantor Cabang, serta lebih dari 4.000 Kantor Cabang Pembantu. Jaringan ini juga terhubung dengan layanan pos internasional di 222 negara.
Selain infrastruktur fisik, Pos Indonesia mengintegrasikan layanan digital melalui aplikasi Pos Aja! untuk pengiriman berbasis kurir digital dan Pospay untuk transaksi keuangan berbasis giro. Perusahaan juga didukung tiga anak usaha strategis: Pos Logistics, Pos Properti, dan Pos Digi, yang siap mendukung kebutuhan logistik dan finansial jemaah.
Endy menambahkan, Pos Indonesia telah lama berperan dalam pengiriman barang jemaah haji. Tahun ini, perusahaan berhasil mendistribusikan hampir 150 ton barang dari Makkah dan hampir 100 ton dari Madinah ke berbagai daerah di Indonesia secara tepat waktu, berkat sistem pelacakan digital yang terintegrasi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara BUMN dan lembaga pengelola dana umat untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji secara menyeluruh.
"Kerja sama ini akan memanfaatkan jaringan infrastruktur dan logistik PT Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga bisa mendukung BPKH dalam memastikan setiap layanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia," jelas Endy.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pembentukan Project Management Office untuk kajian bisnis bersama, pengembangan layanan kurir dan logistik, ekspor-impor, pemanfaatan jaringan pos untuk pengembangan entitas anak usaha BPKH, serta kolaborasi layanan jasa keuangan. Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan logistik untuk petugas haji, kebutuhan katering, obat-obatan, dan pengiriman paket dari keluarga PMI.
Baca Juga: Beasiswa Ikatan Dinas Pos Indonesia ULBI 2025 Diperpanjang, Lulus Langsung Kerja
Potensi logistik dari kawasan Timur Tengah sangat besar, meliputi kiriman dari 240 ribu jemaah haji resmi, 1,5 juta jemaah umrah, satu juta pekerja migran Indonesia (PMI), serta pengiriman daging kurban dan daging DAM yang diperkirakan mencapai 1.250 ton. Ada pula kiriman dari petugas haji dan perlengkapan kerjanya dengan estimasi volume hingga 200 ton.
Pos Indonesia siap mengembangkan layanan logistik outbound dan inbound, termasuk pengiriman bumbu dan rempah-rempah untuk katering jemaah, alat kesehatan, makanan siap saji, serta kiriman keluarga PMI. Sementara inbound mencakup kiriman paket jemaah, daging kurban, barang PMI, hingga logistik dari Konsulat Jenderal RI dan Atase Perdagangan.
Layanan logistik haji dari Pos Indonesia dinilai semakin terjangkau dan terpercaya dengan tarif kompetitif dan pembebasan pajak sesuai regulasi, Ke depan, Pos Indonesia dan BPKH berkomitmen memperkuat sinergi guna memastikan setiap proses logistik haji berjalan lancar, transparan, dan sesuai standar pelayanan terbaik.
(nng)
Lihat Juga :