Presiden Jokowi: Indonesia Lagi Krisis, Aturan Jangan Berbelit-belit
Rabu, 09 September 2020 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah, lanjut dia, harus mampu mengganti cara kerja dari channel yang biasa-biasa menjadi channel yang luar biasa, seperti juga kondisi dunia pada umumnya. "Kita masih butuh waktu untuk keluar dari kondisi ini, pemerintah masih butuh fleksibilitas kerja dan kesederhanaan prosedur agar semua permasalahan bisa ditangani dengan cepat, tepat sasaran, dan efisien," tandasnya. (Baca juga: Kemendikbud Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah karena Covid-19)
Department Head Industry & Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani memaklumi keresahan Presiden Jokowi terhadap kinerja pembantunya. Dia menilai kinerja pemerintah di saat ini masih kurang memuaskan.
Hal ini bisa dilihat dari serapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang memang di bawah ekspektasi karena serapan anggaran relatif rendah. "Namun, khusus untuk program bansos sudah mencapai 49,6% per Agustus 2020," ujar Dendi.
Terlebih, menurutnya, kasus positif Covid-19 harian terus meningkat. Maka wajar bila diperlukan upaya dan strategi khusus agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. "Bisa dengan pengerahan tentara dan polisi besar-besaran ke lapangan demi mendisiplinkan masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, dia melihat hal yang terpenting perlu dilakukan adalah menghubungkan titik-titik (connecting the dots) kekuatan yang ada. Semua itu demi kebijakan yang lebih efektif dalam menangani Covid-19 dan juga dalam menjalankan program pemulihan ekonomi. "Artinya ada fungsi komunikasi dan koordinasi yang harus diperkuat, termasuk antara kementerian lembaga di pusat dan di daerah," paparnya. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
Department Head Industry & Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani memaklumi keresahan Presiden Jokowi terhadap kinerja pembantunya. Dia menilai kinerja pemerintah di saat ini masih kurang memuaskan.
Hal ini bisa dilihat dari serapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang memang di bawah ekspektasi karena serapan anggaran relatif rendah. "Namun, khusus untuk program bansos sudah mencapai 49,6% per Agustus 2020," ujar Dendi.
Terlebih, menurutnya, kasus positif Covid-19 harian terus meningkat. Maka wajar bila diperlukan upaya dan strategi khusus agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. "Bisa dengan pengerahan tentara dan polisi besar-besaran ke lapangan demi mendisiplinkan masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, dia melihat hal yang terpenting perlu dilakukan adalah menghubungkan titik-titik (connecting the dots) kekuatan yang ada. Semua itu demi kebijakan yang lebih efektif dalam menangani Covid-19 dan juga dalam menjalankan program pemulihan ekonomi. "Artinya ada fungsi komunikasi dan koordinasi yang harus diperkuat, termasuk antara kementerian lembaga di pusat dan di daerah," paparnya. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
Lihat Juga :