Tangguhnya Ekonomi Rusia, Tetap Tak Goyah Dihantam Sanksi Barat

Minggu, 29 Juni 2025 - 22:57 WIB
loading...
Tangguhnya Ekonomi Rusia,...
Rusia telah mampu beradaptasi menghadapi tekanan asing dan memperluas ekonominya, meskipun menjadi negara yang paling banyak terkena sanksi di dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rusia telah mampu beradaptasi menghadapi tekanan asing dan memperluas ekonominya, meskipun menjadi negara yang paling banyak terkena sanksi di dunia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Anton Siluanov dalam acara Sanchez Effect seperti dilansir RT.

Anton Siluanov juga menerangkan, kebijakan fiskal yang bertanggung jawab dan pengelolaan sumber daya strategis telah menjaga ekonomi negara Rusia tetap mandiri. Baca Juga: Ekonomi Rusia Sedang Melemah, Tapi Tidak Hancur

Banyak negara Barat telah memberlakukan segudang sanksi terhadap Rusia sejak 2022 terkait konflik Ukraina, menargetkan sektor-sektor seperti perdagangan, energi, hingga keuangan. Namun, ekonomi Rusia tetap tumbuh lebih dari 4% selama dua tahun terakhir, dan pendapatan riil naik lebih dari 7% tahun lalu, catat Siluanov.

“Rasio utang terhadap PDB kami berada di angka 15% – salah satu yang terbaik di antara negara-negara G20. Defisit anggaran kami adalah yang terendah, hanya 1,7% di 2024, dan tahun ini akan tetap hampir sama. Kebijakan keuangan yang bertanggung jawab menghasilkan hasil,” bebernya.

Ditekankan juga olehnya bahwa Rusia bukanlah negara yang akan menyerah di bawah sanksi. "Pertama, wilayah kami sangat luas, dan kami adalah bangsa yang mandiri yang mampu menyediakan segala yang kami butuhkan – dari sumber daya energi hingga makanan dan modal intelektual," ungkapnya.

Faktor kedua yang membuat ekonomi Rusia bertahan yakni sebagai respons terhadap sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara G7, Rusia telah mengalihkan arus ekspor dan perdagangan, terutama ke negara-negara BRICS. "Kami melihat bahwa strategi ini telah berhasil," tegas Siluanov.

"Niat mereka adalah untuk merugikan Rusia, tetapi mereka malah menyakiti diri mereka sendiri bahkan lebih,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Rekomendasi
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved