Ekonomi Rusia Sedang Melemah, Tapi Tidak Hancur

Selasa, 24 Juni 2025 - 11:10 WIB
loading...
Ekonomi Rusia Sedang...
Sejak invasi ke Ukraina pada tahun 2022, Rusia telah menjadi negara yang paling banyak dikenakan sanksi di dunia, namun ekonominya tetap luar biasa tangguh. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sejak invasi ke Ukraina pada tahun 2022, Rusia telah menjadi negara yang paling banyak dikenakan sanksi di dunia, namun ekonominya tetap luar biasa tangguh. Pada tahun 2024, data resmi pemerintah memperlihatkan ekonomi Rusia tumbuh lebih cepat dibandingkan semua negara G7 - Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS.

Ekonomi Rusia tahun lalu tumbuh 4,3%, lebih tinggi dibandingkan dengan 1,1% di Inggris, dan 2,8% di AS (Amerika Serikat), dimana pertumbuhannya ditopang oleh pengeluaran militer Kremlin yang mencetak rekor. Baca Juga: Pertaruhan Ekonomi Rusia di Tengah Perang Iran vs Israel

Ekspor minyak negara Rusia, bila dilihat secara volume juga relatif stabil, karena pasokan yang sebelumnya ditujukan untuk Eropa telah dialihkan ke China dan India. Ditambah sebuah "armada bayangan" kapal tanker, yang kepemilikan dan pergerakannya tertutup, telah membantu Moskow menghindari sanksi di tempat lain.

Sementara itu rubel Rusia juga pulih dan menjadi mata uang terkuat di dunia tahun ini, dengan kenaikan lebih dari 40%, menurut Bank of America. Namun seiring pergantian tahun menuju 2026, suasana mulai berubah.

Inflasi tetap tinggi di dalam negeri, suku bunga melonjak menjadi 20%, dan perusahaan tidak dapat menemukan pekerja yang mereka butuhkan. Secara global, harga minyak turun kembali tahun ini sebelum konflik antara Israel dan Iran memicu lonjakan.

Menteri ekonomi Rusia memperingatkan, bahwa negara itu "di ambang" resesi setelah periode "pemanasan berlebih". Dan beberapa pengamat Rusia bahkan memprediksi bahwa ekonomi bisa menuju kehancuran.

Tapi seberapa besar kemungkinan itu bisa terjadi? Dan bagaimana itu mempengaruhi jalannya perang?

Seorang ekonom yang berbasis di Moskow, Yevgeny Nadorshin mengatakan, "Secara keseluruhan, ini akan menjadi situasi yang cukup tidak nyaman hingga akhir 2026, dan pasti akan terjadi gagal bayar dan kebangkrutan."

Namun, dia memprediksi penurunan ini cenderung "ringan" dan menyebutkan bahwa setiap proyeksi tentang kehancuran adalah "kebohongan total." Baca Juga: Tak Lagi Relevan dengan Ekonomi Global, G7 Dijuluki sebagai Klub Mati
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Rekomendasi
Tom Holland Akhirnya...
Tom Holland Akhirnya Buka Suara, Akui Sudah Menikah dengan Zendaya
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Berita Terkini
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved