3 Negara Importir Minyak Iran Terbesar di Dunia, China Teratas Disusul Korsel dan India
Senin, 30 Juni 2025 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Selain China, dua negara lain yang menjadi importir minyak Iran terbesar adalah Korea Selatan dan India. Berdasarkan data 2019, Korea Selatan mengimpor sekitar 387.000 barel minyak Iran per hari, dengan total impor minyak dari Timur Tengah mencapai 1,7 juta barel per hari melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, India mengimpor sekitar 258.000 barel minyak Iran per hari pada data 2019. Total impor minyak India melalui Selat Hormuz mencapai sekitar 2,1 juta barel per hari, dengan sebagian besar berasal dari negara-negara Timur Tengah, termasuk Iran.
India dan Korea Selatan sebelumnya merupakan pembeli minyak Iran yang signifikan, namun impor mereka menurun akibat sanksi Amerika Serikat. Meski demikian, kedua negara ini masih menjadi bagian penting dalam rantai pasok minyak Iran.
China memanfaatkan harga minyak Iran yang lebih murah dan kualitas yang baik untuk menghemat miliaran dolar dalam pembelian minyaknya, terutama saat harga minyak global naik akibat konflik geopolitik. Selain itu, China juga memiliki kepentingan strategis jangka panjang, termasuk investasi dalam pengembangan ladang minyak Iran dan kerja sama energi yang membantu menjamin keamanan pasokan energi nasionalnya.
Pemerintah As, melalui pernyataan Presiden Donald Trump pada Juni 2025, mengizinkan China untuk melanjutkan pembelian minyak dari Iran setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Iran. Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa sanksi AS terhadap Iran tetap berlaku dan mendorong China untuk membeli minyak AS.
Sementara itu, India mengimpor sekitar 258.000 barel minyak Iran per hari pada data 2019. Total impor minyak India melalui Selat Hormuz mencapai sekitar 2,1 juta barel per hari, dengan sebagian besar berasal dari negara-negara Timur Tengah, termasuk Iran.
India dan Korea Selatan sebelumnya merupakan pembeli minyak Iran yang signifikan, namun impor mereka menurun akibat sanksi Amerika Serikat. Meski demikian, kedua negara ini masih menjadi bagian penting dalam rantai pasok minyak Iran.
China memanfaatkan harga minyak Iran yang lebih murah dan kualitas yang baik untuk menghemat miliaran dolar dalam pembelian minyaknya, terutama saat harga minyak global naik akibat konflik geopolitik. Selain itu, China juga memiliki kepentingan strategis jangka panjang, termasuk investasi dalam pengembangan ladang minyak Iran dan kerja sama energi yang membantu menjamin keamanan pasokan energi nasionalnya.
Pemerintah As, melalui pernyataan Presiden Donald Trump pada Juni 2025, mengizinkan China untuk melanjutkan pembelian minyak dari Iran setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Iran. Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa sanksi AS terhadap Iran tetap berlaku dan mendorong China untuk membeli minyak AS.
Lihat Juga :