PHE ONWJ Bersama Masyarakat Selamatkan Terumbu Karang di Pesisir Utara Jawa
Selasa, 01 Juli 2025 - 21:32 WIB
loading...
Penandatanganan prasasti program Otak Jawara (Orang Tua Asuh Karang di Laut Utara Jakarta dan Jawa Barat) di muara laut Tangkolak, Desa Sukakerta, Karawang, pertengahan Juni 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan menegaskan komitmennya terhadap pelestarian ekosistem laut. Perusahaan menandatangani prasasti program Otak Jawara (Orang Tua Asuh Karang di Laut Utara Jakarta dan Jawa Barat) di muara laut Tangkolak, Desa Sukakerta, Karawang, pertengahan Juni 2025.
Program Otak Jawara yang digagas sejak 2016 mengusung pendekatan berkelanjutan. Fokus utama program ini adalah rehabilitasi terumbu karang melalui transplantasi, peningkatan hasil tangkapan ikan, dan pengembangan ekowisata sebagai alternatif sumber penghidupan bagi nelayan.
Ahli terumbu karang dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Wazir Mawardi, menyatakan bahwa terumbu karang memiliki peran vital bagi ekosistem laut. Selain berfungsi sebagai habitat biota laut, terumbu juga menjadi benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi. "Terumbu karang berarti keberlangsungan hidup. Kita harus aktif dalam rehabilitasi," ujar Wazir, Selasa (1/7).
Baca Juga: PHE ONWJ Lepas Anjungan Baru Ramah Lingkungan ke Pesisir Laut Jawa, Komitmen Tingkatkan Produksi
Wilayah perairan Tangkolak, yang membentang lebih dari 4.000 hektare, dahulu dikenal kaya akan terumbu karang. Namun, sejak awal 2000-an, maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan kompresor dan alat seadanya menyebabkan kerusakan parah pada ekosistem dasar laut.
Dama Saputra (37), nelayan lokal sekaligus Ketua Kelompok Pandu Alam Sendulang, mengaku pernah terlibat dalam praktik tersebut. “Saat itu, kami congkel terumbu karang dengan pahat dan palu, lalu dijual. Kami tak menyadari dampaknya,” ujarnya dengan nada menyesal.
Kerusakan ekosistem berdampak langsung terhadap hasil tangkapan ikan yang menurun hingga 60 persen. Situasi ini menjadi titik balik kesadaran kolektif nelayan dan memicu keterlibatan aktif mereka dalam program Otak Jawara.
Baca Juga: PHE ONWJ Lepas Anjungan OOA ke Pesisir Laut Jawa
Selama dua fase pelaksanaan, yakni 2016-2019 dan 2022-2025, PHE ONWJ berhasil mentransplantasi lebih dari 770 modul dan 3.479 fragmen terumbu karang. Salah satu inovasi yang digunakan adalah struktur transplantasi berbentuk paranje, berupa kaki tiga yang memberikan ruang berlindung dan bertelur bagi ikan.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menyatakan bahwa upaya ini bukan sekadar proyek sesaat, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. "Ke depan, kami berharap masyarakat bisa berdaya secara mandiri dalam menjaga ekosistem laut," kata Muzwir.
Program Otak Jawara yang digagas sejak 2016 mengusung pendekatan berkelanjutan. Fokus utama program ini adalah rehabilitasi terumbu karang melalui transplantasi, peningkatan hasil tangkapan ikan, dan pengembangan ekowisata sebagai alternatif sumber penghidupan bagi nelayan.
Ahli terumbu karang dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Wazir Mawardi, menyatakan bahwa terumbu karang memiliki peran vital bagi ekosistem laut. Selain berfungsi sebagai habitat biota laut, terumbu juga menjadi benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi. "Terumbu karang berarti keberlangsungan hidup. Kita harus aktif dalam rehabilitasi," ujar Wazir, Selasa (1/7).
Baca Juga: PHE ONWJ Lepas Anjungan Baru Ramah Lingkungan ke Pesisir Laut Jawa, Komitmen Tingkatkan Produksi
Wilayah perairan Tangkolak, yang membentang lebih dari 4.000 hektare, dahulu dikenal kaya akan terumbu karang. Namun, sejak awal 2000-an, maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan kompresor dan alat seadanya menyebabkan kerusakan parah pada ekosistem dasar laut.
Dama Saputra (37), nelayan lokal sekaligus Ketua Kelompok Pandu Alam Sendulang, mengaku pernah terlibat dalam praktik tersebut. “Saat itu, kami congkel terumbu karang dengan pahat dan palu, lalu dijual. Kami tak menyadari dampaknya,” ujarnya dengan nada menyesal.
Kerusakan ekosistem berdampak langsung terhadap hasil tangkapan ikan yang menurun hingga 60 persen. Situasi ini menjadi titik balik kesadaran kolektif nelayan dan memicu keterlibatan aktif mereka dalam program Otak Jawara.
Baca Juga: PHE ONWJ Lepas Anjungan OOA ke Pesisir Laut Jawa
Selama dua fase pelaksanaan, yakni 2016-2019 dan 2022-2025, PHE ONWJ berhasil mentransplantasi lebih dari 770 modul dan 3.479 fragmen terumbu karang. Salah satu inovasi yang digunakan adalah struktur transplantasi berbentuk paranje, berupa kaki tiga yang memberikan ruang berlindung dan bertelur bagi ikan.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menyatakan bahwa upaya ini bukan sekadar proyek sesaat, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. "Ke depan, kami berharap masyarakat bisa berdaya secara mandiri dalam menjaga ekosistem laut," kata Muzwir.
(nng)
Lihat Juga :