Maskapai Penerbangan Qantas Dibobol Hacker, Jutaan Data Penumpang Dicuri

Rabu, 02 Juli 2025 - 11:26 WIB
loading...
Maskapai Penerbangan...
Maskapai penerbangan Australia, Qantas, menjadi korban serangan siber, yang mengancam keamanan data jutaan pelanggan. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Maskapai penerbangan Australia, Qantas, menjadi korban serangan siber, yang mengancam keamanan data sekitar 6 juta pelanggan. Insiden ini menambah daftar panjang serangan digital terhadap perusahaan besar di sektor penerbangan global.

Qantas mengklaim telah berhasil mengamankan sistem yang menjadi sasaran peretasan. Sistem yang diserang merupakan platform pihak ketiga untuk pusat layanan pelanggan yang menyimpan data pribadi jutaan penumpang.

Data yang berpotensi bocor mencakup nama lengkap, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan nomor frequent flyer. Namun, Qantas menegaskan informasi sensitif seperti detail kartu kredit, data keuangan, dan nomor paspor tidak termasuk dalam kebocoran ini.

"Kami memastikan bahwa tidak ada akun frequent flyer yang dikompromikan, termasuk password, PIN, atau informasi login lainnya," ujar manajemen Qantas dalam pernyataan resmi dikutip The Guardian, Rabu (2/7).

Baca Juga: Perang Siber Gagal Jebol Sistem Perbankan Iran, Transaksi Justru Naik Jadi Rp1.436 Triliun

Serangan pertama kali terdeteksi Senin (30/6), dan tim keamanan langsung mengambil tindakan pengamanan. Meski belum bisa memastikan jumlah pasti data yang dicuri, Qantas memperkirakan skalanya "sangat signifikan".

Pola serangan menunjukkan kemiripan dengan modus operandi kelompok hacker Scattered Spider yang dikenal sering menargetkan sektor penerbangan dan ritel di AS dan Inggris. Kelompok hacker ini tergolong unik karena terdiri dari penutur asli bahasa Inggris dari negara-negara seperti AS, Inggris, dan Kanada. FBI bahkan telah mengeluarkan peringatan khusus tentang aktivitas mereka pekan lalu.

"Kelompok ini menggunakan teknik social engineering yang canggih, termasuk menyamar sebagai karyawan untuk menipu tim IT dan melewati sistem autentikasi dua faktor," ungkap pernyataan FBI di platform X.

Baca Juga: Israel Ancam Ubah Gaza jadi Debu jika Hamas Tidak Setujui Gencatan Senjata

Qantas telah melaporkan insiden ini kepada otoritas terkait termasuk Australian Cyber Security Centre dan Kepolisian Federal Australia. Maskapai ini juga telah mengerahkan tim ahli keamanan siber independen untuk menyelidiki kasus tersebut.

CEO Qantas, Vanessa Hudson, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. "Kami menyadari kekhawatiran yang timbul dan berkomitmen memberikan dukungan penuh," ujarnya.

Maskapai menyiapkan saluran khusus untuk memberikan update terkini kepada pelanggan. Insiden ini terjadi di tengah tren peningkatan serangan siber di Australia. Data terbaru menunjukkan kenaikan 25% kasus kebocoran data pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sektor kesehatan dan pemerintahan menjadi yang paling rentan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Beban Biaya Perawatan...
Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian Menyusut
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Berita Terkini
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Infografis
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved