142 Ribu Pensiunan Bisa Ambil Dana Pensiun Taspen di Kantorpos
Kamis, 03 Juli 2025 - 12:44 WIB
loading...
Sejumlah pensiunan memadati Kantorpos Jakarta Centrum di Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025) pagi untuk mencairkan dana pensiun mereka. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pensiunan memadati Kantorpos Jakarta Centrum di Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025) pagi untuk mencairkan dana pensiun mereka. PT Pos Indonesia (Persero) sebagai mitra bayar PT Taspen (Persero) mulai melayani pencairan dana pensiun.
PosIND merupakan bagian dari 44 mitra bayar Taspen yang mendukung penyaluran manfaat pensiun bagi peserta Taspen di seluruh Indonesia. Kemitraan antara PosIND dan Taspen merupakan wujud sinergi antar BUMN dalam meningkatkan layanan publik, khususnya bagi para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sinergi ini juga menjadi momentum bagi Pos Indonesia untuk membuktikan komitmennya dalam mengemban amanah dari Taspen, terkait pencairan manfaat pensiun bagi 142.000 peserta. Mulai 1 Juli 2025, para pensiunan tersebut dapat mencairkan manfaat pensiun secara langsung di Kantorpos terdekat di seluruh Indonesia. Baca juga: Pos Indonesia dan Taspen Resmi Luncurkan Skema Baru Pencarian Dana Pensiun
"Ini merupakan kepercayaan besar dari TASPEN kepada kami. Hari ini kami ingin memastikan seluruh sistem pembayaran di Kantorpos berjalan lancar, dari antrean, pelayanan, hingga layanan loket," kata Direktur Bisnis Jasa Keuangan PosIND Haris dari TASPEN saat mendampingi Direktur Operasional Taspen Tribuna Phitera Djaja meninjau untuk melihat langsung proses pengambilan manfaat pensiun.
Haris menambahkan kolaborasi ini merupakan perluasan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. PosIND telah melayani lebih dari 500 ribu penerima pensiun dari Taspen dan ASABRI setiap bulannya.
Para pensiunan peserta Taspen yang tinggal di pelosok pun tak perlu khawatir untuk menjangkau Kantorpos karena salah satu kekuatan PosIND adalah hadirnya 4.000 Kantorpos, yang semuanya siap melayani pengambilan dana pensiun yang bersumber dari Taspen maupun ASABRI. Kerja sama ini juga bertujuan memperluas pilihan bagi para penisunan dan mempermudah akses layanan pembayaran pensiun, terutama di daerah yang belum terjangkau layanan perbankan.
Lebih lanjut, Haris memastikan Kantorpos menyediakan berbagai kemudahan, termasuk layanan antar ke rumah bagi pensiunan yang tidak dapat hadir langsung ke Kantorpos karena sakit atau lansia. Selain itu, Pos Indonesia juga menawarkan alternatif pembayaran melalui aplikasi Pospay.
"Pospay ini bisa digunakan untuk berbagai transaksi, termasuk transfer antar bank dan pembayaran melalui QRIS. Jadi, penerima pensiun yang sebelumnya menggunakan rekening bank tetap dapat melanjutkan transaksi secara digital," jelasnya.
Mekanisme dan Syarat Pencairan
Proses pembayaran manfaat pensiun di Kantorpos dilakukan melalui rekening giropos yang bisa dilakukan pengambilan secara tunai di Kantorpos atau secara digital melalui aplikasi Pospay serta diantar ke rumah bagi pensiunan yang sakit dan lansia. Terkait syarat pencairan, para pensiunan tidak perlu membawa persyaratan khusus, karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan resmi dari Taspen kepada para pesertanya. "Bagi yang belum mendapat informasi, kami siapkan tim di kantor Taspen untuk mengantisipasi," katanya. Baca juga: Tak Lagi Jabat Presiden dan Wapres, Segini Uang Pensiun Jokowi dan Ma'ruf Amin
Tidak sulit bagi pensiunan yang ingin mengambil uang pensiun di Kantorpos. Berikut cara dan syaratnya:
1. Datangi Kantor Pos terdekat
2. Ambil nomor antrean
3. Lengkapi persyaratan dengan membawa dokumen (KTP, Kartu Taspen, SK Pensiun)
4. Verifikasi identitas
5. Tanda tangan penerimaan
6. Dana cair di tempat
Selain dicairkan melalui Kantorpos, pensiunan juga bisa mengambil gaji melalui aplikasi Pospay dan layanan antar ke rumah khusus lansia atau yang sakit dengan surat kuasa. "Pelayanannya bagus. Memang sekarang agak ramai karena banyak yang datang bersamaan," ujar Suwito, seorang penerima pensiun dari Kementerian PU yang datang bersama istrinya mengungkapkan pengalaman mengambil uang pensiunnya di Kantorpos Jakarta Cetrum.
Proses pengambilan gaji pensiun di Kantorpos ini diakui Suwito, tidak menemui kendala berarti. Ia memilih datang ke Kantorpos pada tanggal yang menurutnya tidak dipadati penerima gaji pensiun lainnya. “Tanggal 1 biasanya ramai, jadi kami biasanya ambil tanggal 2 atau 3 saja,” katanya.
PosIND merupakan bagian dari 44 mitra bayar Taspen yang mendukung penyaluran manfaat pensiun bagi peserta Taspen di seluruh Indonesia. Kemitraan antara PosIND dan Taspen merupakan wujud sinergi antar BUMN dalam meningkatkan layanan publik, khususnya bagi para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sinergi ini juga menjadi momentum bagi Pos Indonesia untuk membuktikan komitmennya dalam mengemban amanah dari Taspen, terkait pencairan manfaat pensiun bagi 142.000 peserta. Mulai 1 Juli 2025, para pensiunan tersebut dapat mencairkan manfaat pensiun secara langsung di Kantorpos terdekat di seluruh Indonesia. Baca juga: Pos Indonesia dan Taspen Resmi Luncurkan Skema Baru Pencarian Dana Pensiun
"Ini merupakan kepercayaan besar dari TASPEN kepada kami. Hari ini kami ingin memastikan seluruh sistem pembayaran di Kantorpos berjalan lancar, dari antrean, pelayanan, hingga layanan loket," kata Direktur Bisnis Jasa Keuangan PosIND Haris dari TASPEN saat mendampingi Direktur Operasional Taspen Tribuna Phitera Djaja meninjau untuk melihat langsung proses pengambilan manfaat pensiun.
Haris menambahkan kolaborasi ini merupakan perluasan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. PosIND telah melayani lebih dari 500 ribu penerima pensiun dari Taspen dan ASABRI setiap bulannya.
Para pensiunan peserta Taspen yang tinggal di pelosok pun tak perlu khawatir untuk menjangkau Kantorpos karena salah satu kekuatan PosIND adalah hadirnya 4.000 Kantorpos, yang semuanya siap melayani pengambilan dana pensiun yang bersumber dari Taspen maupun ASABRI. Kerja sama ini juga bertujuan memperluas pilihan bagi para penisunan dan mempermudah akses layanan pembayaran pensiun, terutama di daerah yang belum terjangkau layanan perbankan.
Lebih lanjut, Haris memastikan Kantorpos menyediakan berbagai kemudahan, termasuk layanan antar ke rumah bagi pensiunan yang tidak dapat hadir langsung ke Kantorpos karena sakit atau lansia. Selain itu, Pos Indonesia juga menawarkan alternatif pembayaran melalui aplikasi Pospay.
"Pospay ini bisa digunakan untuk berbagai transaksi, termasuk transfer antar bank dan pembayaran melalui QRIS. Jadi, penerima pensiun yang sebelumnya menggunakan rekening bank tetap dapat melanjutkan transaksi secara digital," jelasnya.
Mekanisme dan Syarat Pencairan
Proses pembayaran manfaat pensiun di Kantorpos dilakukan melalui rekening giropos yang bisa dilakukan pengambilan secara tunai di Kantorpos atau secara digital melalui aplikasi Pospay serta diantar ke rumah bagi pensiunan yang sakit dan lansia. Terkait syarat pencairan, para pensiunan tidak perlu membawa persyaratan khusus, karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan resmi dari Taspen kepada para pesertanya. "Bagi yang belum mendapat informasi, kami siapkan tim di kantor Taspen untuk mengantisipasi," katanya. Baca juga: Tak Lagi Jabat Presiden dan Wapres, Segini Uang Pensiun Jokowi dan Ma'ruf Amin
Tidak sulit bagi pensiunan yang ingin mengambil uang pensiun di Kantorpos. Berikut cara dan syaratnya:
1. Datangi Kantor Pos terdekat
2. Ambil nomor antrean
3. Lengkapi persyaratan dengan membawa dokumen (KTP, Kartu Taspen, SK Pensiun)
4. Verifikasi identitas
5. Tanda tangan penerimaan
6. Dana cair di tempat
Selain dicairkan melalui Kantorpos, pensiunan juga bisa mengambil gaji melalui aplikasi Pospay dan layanan antar ke rumah khusus lansia atau yang sakit dengan surat kuasa. "Pelayanannya bagus. Memang sekarang agak ramai karena banyak yang datang bersamaan," ujar Suwito, seorang penerima pensiun dari Kementerian PU yang datang bersama istrinya mengungkapkan pengalaman mengambil uang pensiunnya di Kantorpos Jakarta Cetrum.
Proses pengambilan gaji pensiun di Kantorpos ini diakui Suwito, tidak menemui kendala berarti. Ia memilih datang ke Kantorpos pada tanggal yang menurutnya tidak dipadati penerima gaji pensiun lainnya. “Tanggal 1 biasanya ramai, jadi kami biasanya ambil tanggal 2 atau 3 saja,” katanya.
(poe)
Lihat Juga :