Investor Silicon Valley Ramalkan AI Bakal Gantikan 80% Pekerjaan

Kamis, 03 Juli 2025 - 16:44 WIB
loading...
Investor Silicon Valley...
Pengusaha teknologi dan investor Silicon Valley meramalkan, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bakal menggantikan 80% pekerjaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengusaha teknologi dan investor Silicon Valley , Vinod Khosla meramalkan, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bakal menggantikan 80% pekerjaan pada tahun 2030, mendatang. Khosla membagikan prediksinya untuk masa depan dalam wawancara di podcast Uncapped With Jack Altman.

Sebagai pemodal ventura dan investor awal di perusahaan seperti Square dan Instacart, Khosla memberikan saran kepada para pemimpin bisnis untuk menavigasi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di masa depan. Perusahaan seperti Sears dan Toys "R" Us runtuh di bawah tekanan digital, tetapi Khosla memperingatkan tahun 2030-an akan melihat "kematian yang lebih cepat" dari perusahaan raksasa karena AI menulis ulang aturan industri.

Baca Juga: 20 Pekerjaan Masa Depan Tidak Musnah oleh Robot AI, Ini Daftarnya

Khosla menggambarkan siklus teknologi saat ini sebagai sesuatu yang gila dan cepat, dimana Ia menyatakan, "Saya belum pernah melihat siklus seperti ini... hampir setiap pekerjaan sedang diciptakan kembali, setiap benda material sedang diciptakan kembali dengan cara yang berbeda dengan AI sebagai pendorong."

Ia membandingkan skala perubahan ini dengan tahun 1960-an, Ia mencatat, "Kita akan melihat perubahan besar ini dalam waktu yang sangat singkat, sulit untuk membayangkan bagaimana masyarakat beradaptasi."

Diprediksi juga oleh Khosla bahwa dalam lima tahun ke depan, pekerjaan yang bernilai ekonomi yang dapat dilakukan manusia, AI akan mampu melakukan 80% dari itu. "80% dari semua pekerjaan dapat dilakukan oleh AI," bebernya.

Dia percaya bahwa pada tahun 2040, “kebutuhan untuk bekerja akan menghilang. Orang akan bekerja pada hal-hal karena mereka ingin, bukan karena mereka perlu membayar hipotek mereka.”

Diperkirakan olehnya bakal terjadi percepatan dramatis dalam keruntuhan perusahaan besar yang sudah mapan: “Salah satu ramalan saya adalah bahwa tahun 2030-an akan melihat laju keruntuhan perusahaan Fortune 500 yang lebih cepat daripada yang pernah kita lihat sebelumnya... transisi itu tidak akan terjadi dari perusahaan yang ada. Seseorang yang baru akan menemukan kembali ini.”

Menurutnya jika semua keahlian medis gratis... Anda memiliki jumlah dokter perawatan primer, onkolog, gastroenterolog, dan terapis kesehatan mental yang tidak terbatas... bagaimana Anda akan merancang ulang sistem perawatan kesehatan?”

Baca Juga: Bahaya AI Menggerus Sektor Tenaga Kerja, Jutaan Pekerjaan Digantikan 5 Tahun Lagi

Khosla berargumen, bahwa kepentingan dan hambatan regulasi akan memperlambat, akan tetapi tidak menghentikan transformasi yang didorong oleh AI. Dia memprediksi bahwa "hampir semua orang di tahun 2030-an akan memiliki robot humanoid di rumah... mungkin dimulai dengan sesuatu yang sempit seperti memasak untuk Anda." Kendala utama bukanlah perangkat keras, tetapi kecerdasan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Rekomendasi
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved