Smelter Merah Putih Ekspor Perdana Feronikel, Bupati: Ubah Wajah Industri Tambang Kolaka
Sabtu, 05 Juli 2025 - 16:56 WIB
loading...
Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa PT Ceria Corp mencatatkan sejarah di Kabupaten Kolaka dengan ekspor perdana feronikel, Kamis (3/7/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
KOLAKA - Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengakui, kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa PT Ceria Corp, merupakan sejarah di Kabupaten Kolaka. Amri mengaku sudah hidup selama 46 tahun, selama ini hanya tahu kalau di Kabupaten Kolaka ada feronikel .
"Smelter Merah Putih dan ekspor perdana feronikel, merupakan agenda bersejarah di Kabupaten Kolaka," kata Amri Djamaluddin saat menghadiri ekspor perdana feronikel yang dilakukan secara simbolik 10 kontainer dari total volume shipment pertama sejumlah 65 kontainer ke pasar Asia, Kamis (3/7/2025). Baca juga: Kolaborasi Bank Mandiri dan Ceria Corp, Ekspor Perdana FeNi Produksi Smelter Merah Putih
Menurut Amri, dia belum pernah melihat wujud nyata. Baru kali ini setelah menjadi Bupati baru melihat wujud nyata feronikel dengan keberadaan Smelter Merah Putih milik PT Ceria Corp. "Tidak salah melalui kegiatan ini menunjukkan pembuktian keseriusan pihak perusahaan kepada masyarakat Kolaka," ujarnya.
Bupati mengaku pada saat menghadiri acara PT Ceria tahun 2019 lalu, ia meragukan akan terbangun smelter di tempat yang masih hutan dan sepi, lalu di awal tahun 2020 hingga 2021 ada pandemi Covid 19. Namun dalam prosesnya pada tahun 2022 dengan dukungan dari Sindikasi Bank Mandiri kepada perusahaan nasional milik anak bangsa merah putih.
Keraguannya terjawab dengan hadirnya Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan Rectangular Electric Furnace Line 1 berkapasitas 72 MVA dan bangunan gedung-gedung perkantoran maupun mess karyawan Ceria Corp.
"Ternyata smelter Merah Putih, orang-orangnya merah putih. Alhamdulillah bisa wujudkan apa yang menjadi dambaan masyarakat Kolaka," ungkapnya.
Bupati juga berharap Bank Mandiri yang selama ini mendukung dan men-support PT Ceria Corp, untuk memberikan perhatian yang lebih tinggi lagi pada perusahaan itu. Dengan demikian apa yang direncanakan pihak PT Ceria Corp untuk membangun smelter Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Line II, sekaligus mengembangkan fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) Line I segera terwujud.
Diakui selama ini PT Ceria telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang dan Kabupaten Kolaka, baik itu pemanfaatan lingkungan, CSR, dan PPM. Termasuk menghadirkan teknologi baru green nikel yang ramah lingkungan dan nantinya dapat di contoh perusahaan lain yang akan membangun smelter di Kolaka.
"Generasi nanti akan bercerita ada Smelter Merah Putih pertama di Kolaka. Ini akan menjadi amal jariah, sekaligus keberadaan smelter ini akan memberikan kontribusi nyata bagi daerah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, dan nasional," terangnya. Baca juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Bahkan Amri mengaku sangat gembira dengan keberadaan Smelter Merah Putih. Berdasarkan informasi Kementerian keuangan, tahun ini Pemda Kolaka mendapat dana hasil dari sektor pertambangan Rp900 miliar. Padahal sebelumnya untuk sektor tambang Pemda Kolaka hanya menerima dana bagi hasil sebanyak Rp100-200 miliar.
"Alhamdulillah tahun ini bagi hasil sektor pertambangan untuk Kabupaten Kolaka kurang lebih Rp900 miliar. Ini merupakan kontribusi konkret dan nyata dengan keberadaan Ceria Corp milik anak bangsa. Semoga dengan beroperasinya Smelter Merah Putih, dana bagi hasil dari sektor pertambangan semakin meningkat khususnya di Kabupaten Kolaka" ungkapnya.
"Smelter Merah Putih dan ekspor perdana feronikel, merupakan agenda bersejarah di Kabupaten Kolaka," kata Amri Djamaluddin saat menghadiri ekspor perdana feronikel yang dilakukan secara simbolik 10 kontainer dari total volume shipment pertama sejumlah 65 kontainer ke pasar Asia, Kamis (3/7/2025). Baca juga: Kolaborasi Bank Mandiri dan Ceria Corp, Ekspor Perdana FeNi Produksi Smelter Merah Putih
Menurut Amri, dia belum pernah melihat wujud nyata. Baru kali ini setelah menjadi Bupati baru melihat wujud nyata feronikel dengan keberadaan Smelter Merah Putih milik PT Ceria Corp. "Tidak salah melalui kegiatan ini menunjukkan pembuktian keseriusan pihak perusahaan kepada masyarakat Kolaka," ujarnya.
Bupati mengaku pada saat menghadiri acara PT Ceria tahun 2019 lalu, ia meragukan akan terbangun smelter di tempat yang masih hutan dan sepi, lalu di awal tahun 2020 hingga 2021 ada pandemi Covid 19. Namun dalam prosesnya pada tahun 2022 dengan dukungan dari Sindikasi Bank Mandiri kepada perusahaan nasional milik anak bangsa merah putih.
Keraguannya terjawab dengan hadirnya Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan Rectangular Electric Furnace Line 1 berkapasitas 72 MVA dan bangunan gedung-gedung perkantoran maupun mess karyawan Ceria Corp.
"Ternyata smelter Merah Putih, orang-orangnya merah putih. Alhamdulillah bisa wujudkan apa yang menjadi dambaan masyarakat Kolaka," ungkapnya.
Bupati juga berharap Bank Mandiri yang selama ini mendukung dan men-support PT Ceria Corp, untuk memberikan perhatian yang lebih tinggi lagi pada perusahaan itu. Dengan demikian apa yang direncanakan pihak PT Ceria Corp untuk membangun smelter Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Line II, sekaligus mengembangkan fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) Line I segera terwujud.
Diakui selama ini PT Ceria telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang dan Kabupaten Kolaka, baik itu pemanfaatan lingkungan, CSR, dan PPM. Termasuk menghadirkan teknologi baru green nikel yang ramah lingkungan dan nantinya dapat di contoh perusahaan lain yang akan membangun smelter di Kolaka.
"Generasi nanti akan bercerita ada Smelter Merah Putih pertama di Kolaka. Ini akan menjadi amal jariah, sekaligus keberadaan smelter ini akan memberikan kontribusi nyata bagi daerah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, dan nasional," terangnya. Baca juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Bahkan Amri mengaku sangat gembira dengan keberadaan Smelter Merah Putih. Berdasarkan informasi Kementerian keuangan, tahun ini Pemda Kolaka mendapat dana hasil dari sektor pertambangan Rp900 miliar. Padahal sebelumnya untuk sektor tambang Pemda Kolaka hanya menerima dana bagi hasil sebanyak Rp100-200 miliar.
"Alhamdulillah tahun ini bagi hasil sektor pertambangan untuk Kabupaten Kolaka kurang lebih Rp900 miliar. Ini merupakan kontribusi konkret dan nyata dengan keberadaan Ceria Corp milik anak bangsa. Semoga dengan beroperasinya Smelter Merah Putih, dana bagi hasil dari sektor pertambangan semakin meningkat khususnya di Kabupaten Kolaka" ungkapnya.
(poe)
Lihat Juga :