KTT Tahunan BRICS Resmi Dimulai, Berikut 6 Poin Bahasannya

Senin, 07 Juli 2025 - 07:59 WIB
loading...
KTT Tahunan BRICS Resmi...
Meski tidak ada daftar peserta resmi KTT tahunan BRICS ke-17 yang diterbitkan, namun pejabat Brasil mengatakan, lebih dari 4.000 peserta dari 37 negara diharapkan hadir. Foto/Dok Sputnik
A A A
JAKARTA - KTT tahunan BRICS ke-17 telah resmi dibuka di Rio de Janeiro, Brasil, yang memegang kepresidenan bergilir blok negara berkembang tersebut. Acara dua hari ini akan membahas beberapa hal, yakni mulai dari pembangunan dan tata kelola global, hingga kebijakan internasional, dan kerjasama multilateral.

Sementara itu tidak ada daftar peserta resmi yang diterbitkan, namun pejabat Brasil mengatakan, lebih dari 4.000 peserta dari 37 negara diharapkan hadir tahun ini. Termasuk perwakilan senior dari negara anggota, mitra, dan badan internasional.

Brasil menekankan, setidaknya ada enam prioritas yang menjadi agenda pembahasan KTT BRICS tahun ini. 6 poin tersebut yaitu, kerjasama kesehatan global; perdagangan, investasi, dan keuangan; perubahan iklim; tata kelola AI; reformasi sistem perdamaian dan keamanan multilateral; dan pengembangan institusi di dalam BRICS.

Baca Juga: Perdagangan Global BRICS Tembus Rp64.768 Triliun, Melonjak Lebih Tujuh Kali Lipat

Sebelumnya spekulasi yang beredar, negara-negara anggota BRICS dikabarkan bakal membahas penerbitan mata uang bersama . Sebuah gambar uang kertas pecahan 200 dengan simbol negara-negara anggota BRICS beredar luas di media sosial bertepatan dengan pelaksanaan KTT BRICS 2025 di Brasil.

Uang kertas tersebut menampilkan bendera dan burung nasional dari negara-negara anggota seperti Rusia, China, India, Brasil, dan Afrika Selatan serta anggota baru seperti Iran dan UEA. Meskipun tampak resmi, uang kertas tersebut ternyata tidak memiliki nilai tukar atau status legal.

Wakil Walikota Rio, Eduardo Cavalieri sebelumnya mengatakan, bahwa kota tersebut secara resmi telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah kantor pusat BRICS yang permanen. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov akan mewakili Rusia secara langsung, sementara Presiden Vladimir Putin akan bergabung pada puncak acara melalui tautan video.

Sedangkan delegasi China akan dipimpin oleh Perdana Menteri Li Qiang, karena Presiden Xi Jinping tidak bisa hadir, untuk menjadi pertama kalinya dalam 12 tahun. Sebelumnya Xi Jinping tidak pernah absen dalam acara tahunan BRICS yang mempertemukan negara anggota, negara mitra, dan organisasi internasional.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi juga akan melewatkan acara tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah tiba, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres diharapkan hadir.

Sebagai informasi, BRICS didirikan pada tahun 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, untuk kemudian Afrika Selatan bergabung pada tahun 2011. Selama tahun lalu, keanggotaan penuh diperluas ke Iran, Mesir, Ethiopia, UEA, dan Indonesia. Baca Juga: Uang Kertas BRICS Pecahan 200 Beredar Luas, Simbol atau Realita Ekonomi Baru?

Blok ini sekarang mewakili hampir setengah populasi global dan sekitar 40% dari PDB dunia dalam hal paritas daya beli, melampaui G7. Pada KTT tahun lalu di kota Kazan, Rusia, kelompok ini menyetujui status baru 'negara mitra' sebagai respons terhadap minat keanggotaan yang semakin meningkat, dimana ada lebih dari 30 negara.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Rekomendasi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Infografis
Salah Satunya Hipertensi,...
Salah Satunya Hipertensi, Berikut 6 Manfaat Kacang Hijau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved