Perdagangan Global BRICS Tembus Rp64.768 Triliun, Melonjak Lebih Tujuh Kali Lipat

Minggu, 06 Juli 2025 - 20:36 WIB
loading...
Perdagangan Global BRICS...
Total nilai perdagangan global negara-negara BRICS melonjak drastis hingga tujuh kali lipat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang akan berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, mencatat sejarah penting dengan penerapan format baru, yakni BRICS+. Untuk pertama kalinya, forum ini akan dihadiri oleh 11 negara anggota dan 10 negara mitra, menunjukkan perluasan signifikan dalam sejarah organisasi yang dibentuk sejak 2006.

Awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China, kelompok ini berkembang dengan masuknya Afrika Selatan pada 2011. Pada periode 2024-2025, enam negara tambahan resmi bergabung, di antaranya Ethiopia, Mesir, Iran, Indonesia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), memperluas jangkauan strategis BRICS ke kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Dalam KTT Kazan 2024, para pemimpin juga menyepakati kategori baru, yakni negara mitra BRICS. Saat ini terdapat 10 negara mitra, termasuk Malaysia, Vietnam, dan Uzbekistan. Kehadiran Indonesia dan Vietnam sebagai anggota tetap sekaligus menandai ekspansi pertama BRICS ke Asia Tenggara, yang merupakan kawasan penting dalam perdagangan global.

Baca Juga: Uang Kertas BRICS Pecahan 200 Beredar Luas, Simbol atau Realita Ekonomi Baru?

Saat ini, BRICS+ mewakili lebih dari 40 persen populasi dunia, serta menguasai 40 persen produksi dan ekspor minyak global, dan 40 persen volume perdagangan dunia. Perluasan keanggotaan ini memberikan peluang pasar yang lebih luas, akses terhadap sumber daya strategis, serta potensi investasi yang besar bagi negara-negara anggota dan mitra.

Menurut laporan kebijakan dari UNIDO (Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang dirilis Februari 2025, total nilai perdagangan global negara-negara BRICS melonjak drastis dari USD572 miliar pada 2002 menjadi lebih dari USD4 triliun atau setara Rp64.768 triliun pada 2021 meningkat lebih dari tujuh kali lipat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Rekomendasi
Sinopsis dan 5 Fakta...
Sinopsis dan 5 Fakta Film The Odyssey Karya Christopher Nolan yang Lagi Viral
Ahli Biologi China Gagas...
Ahli Biologi China Gagas Perempuan Haid 4 Kali Setahun, Dokter Ungkap Risikonya
Hadirkan Semangat Piala...
Hadirkan Semangat Piala Dunia 2026, Valvoline Mengapresiasi Penggemar Bola dan Mekanik
Berita Terkini
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Infografis
Mengkonsumsi Mi Instan...
Mengkonsumsi Mi Instan Jangan Lebih 2 Kali dalam Sebulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved