Indonesia Gandeng Australia Perkuat Ekspor Produk Halal
Senin, 07 Juli 2025 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Presiden Direktur GAHC Asroni mengungkapkan produk halal Indonesia, khususnya dari UMKM, memiliki daya saing tinggi, nilai tambah kuat, dan potensi pasar besar di tengah tantangan akses pasar yang konkret dan berkelanjutan.
"Kami percaya UMKM Indonesia bisa menjadi duta halal Indonesia di pasar dunia. GAHC siap memberikan bantuan sertifikasi halal gratis bagi sekitar 1.000 UMKM, membantu kurasi produk sesuai standar Australia, serta mempromosikan produk halal Indonesia di Australia," imbuh Asroni.
Penandatanganan kerja sama ini dirangkai dengan penyerahan simbolis sertifikat halal kepada UMKM binaan Kemendag, yaitu CV Ikapeksi Agro Industri (kecap merek Oishii), CV Kontainer Nusantara (gula semut), serta PT Mawaddah Rezeki (madu hutan).
Direktur Ikapeksi Agro Industri Nurjannah Dongoran menyampaikan apresiasi kepada Kemendag dan GAHC atas sertifikat halal yang diberikan. Sertifikasi ini memberikan bekal tambahan untuk berekspansi ke pasar Australia, termasuk melalui pameran. "Kami berharap Kemendag dapat terus mendukung pelaku UMKM, termasuk dalam membangun kapasitas pelaku ekspor," ujar Nurjannah.
GAHC adalah Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang berkedudukan di Australia, dimiliki dan dikelola oleh diaspora Indonesia. Lembaga ini berkomitmen pada peningkatan peran produk halal Indonesia dalam memenuhi kebutuhan produk halal konsumen Australia.
Turut hadir dalam acara ini Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Putu Rahwidhiyasa, serta didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Inspektur Jenderal Kemendag Putu Jayan Danu Putra, dan Staf Ahli Mendag Bidang Manajemen, Tata Kelola, dan Hubungan Antar Lembaga Susy Herawaty.
"Kami percaya UMKM Indonesia bisa menjadi duta halal Indonesia di pasar dunia. GAHC siap memberikan bantuan sertifikasi halal gratis bagi sekitar 1.000 UMKM, membantu kurasi produk sesuai standar Australia, serta mempromosikan produk halal Indonesia di Australia," imbuh Asroni.
Penandatanganan kerja sama ini dirangkai dengan penyerahan simbolis sertifikat halal kepada UMKM binaan Kemendag, yaitu CV Ikapeksi Agro Industri (kecap merek Oishii), CV Kontainer Nusantara (gula semut), serta PT Mawaddah Rezeki (madu hutan).
Direktur Ikapeksi Agro Industri Nurjannah Dongoran menyampaikan apresiasi kepada Kemendag dan GAHC atas sertifikat halal yang diberikan. Sertifikasi ini memberikan bekal tambahan untuk berekspansi ke pasar Australia, termasuk melalui pameran. "Kami berharap Kemendag dapat terus mendukung pelaku UMKM, termasuk dalam membangun kapasitas pelaku ekspor," ujar Nurjannah.
GAHC adalah Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang berkedudukan di Australia, dimiliki dan dikelola oleh diaspora Indonesia. Lembaga ini berkomitmen pada peningkatan peran produk halal Indonesia dalam memenuhi kebutuhan produk halal konsumen Australia.
Turut hadir dalam acara ini Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Putu Rahwidhiyasa, serta didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Inspektur Jenderal Kemendag Putu Jayan Danu Putra, dan Staf Ahli Mendag Bidang Manajemen, Tata Kelola, dan Hubungan Antar Lembaga Susy Herawaty.
(unt)
Lihat Juga :