Danantara: Orange Bonds PNM Rp16 Triliun Upaya Bangun Sistem Keuangan Inklusif
Senin, 07 Juli 2025 - 18:45 WIB
loading...
Danantara menegaskan penerbitan Orange Bonds PMN bentuk komitmen BUMN membangun sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Danantara menegaskan penerbitan Orange Bonds PT Permodalan Nasional Madani (PMN) senilai Rp16 triliun merupakan bentuk komitmen BUMN membangun sistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Inisiatif ini menjadi wujud nyata dari komitmen PNM dalam membangun sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, PNM akan terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan," tulis akun resmi @danantara.indonesia di Instagram, Sabtu (5/7).
Orange Bonds merupakan bagian dari inisiatif global untuk membangun sistem keuangan yang mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kata ‘orange’ sendiri merujuk pada warna ikon Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-5 yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni tentang kesetaraan gender.
Baca Juga: Kantor Danantara Disiapkan Jadi Rumah Besar Pengelolaan Investasi Negara
Menurut Danantara, dengan fokus khusus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro melalui program PNM Mekaar dan PNM Mekaar Syariah, PNM turut serta mendukung pelatihan dan pengembangan kapasitas usaha berbasis prinsip SDGs dan Environmental, Social, and Governance (ESG).
PNM menjadi korporasi pertama di Indonesia yang menerbitkan Orange Bonds dan menandai sejarah baru di pasar keuangan nasional. Dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tersebut, PNM menawarkan dua instrumen keuangan, yakni obligasi senilai Rp6 triliun dan sukuk mudharabah senilai Rp10 triliun.
Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk mendukung program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) serta PNM Mekaar Syariah, yang secara khusus menyasar perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Sampai dengan tahun ini, nasabah aktif program PNM Mekaar mencapai 15,8 juta orang yang keseluruhannya adalah perempuan dan tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPR Penetapan Mitra Kerja Danantara Dihadiri 398 Anggota Dewan
Penerbitan Orange Bonds ini mendapat respons positif dari pasar, dengan peringkat idAAA untuk obligasi dan idAAAsy untuk sukuk dari lembaga pemeringkat Pefindo. Ranking itu mencerminkan prospek keuangan yang kuat dan stabil, meski diluncurkan di tengah tantangan ekonomi global.
Distribusi efek secara elektronik dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2025, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 9 Juli 2025. Pembayaran kupon atau imbal hasil dilakukan setiap triwulan sejak tanggal emisi.
“Instrumen surat berharga yang secara khusus mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangat terbatas. Inisiatif ini adalah yang pertama dan menjadi bentuk konkret dari semangat kami menghadirkan investasi berdampak,” ujar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, dalam siaran pers pada 30 Juni 2025.
"Inisiatif ini menjadi wujud nyata dari komitmen PNM dalam membangun sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, PNM akan terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan," tulis akun resmi @danantara.indonesia di Instagram, Sabtu (5/7).
Orange Bonds merupakan bagian dari inisiatif global untuk membangun sistem keuangan yang mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kata ‘orange’ sendiri merujuk pada warna ikon Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-5 yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni tentang kesetaraan gender.
Baca Juga: Kantor Danantara Disiapkan Jadi Rumah Besar Pengelolaan Investasi Negara
Menurut Danantara, dengan fokus khusus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro melalui program PNM Mekaar dan PNM Mekaar Syariah, PNM turut serta mendukung pelatihan dan pengembangan kapasitas usaha berbasis prinsip SDGs dan Environmental, Social, and Governance (ESG).
PNM menjadi korporasi pertama di Indonesia yang menerbitkan Orange Bonds dan menandai sejarah baru di pasar keuangan nasional. Dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tersebut, PNM menawarkan dua instrumen keuangan, yakni obligasi senilai Rp6 triliun dan sukuk mudharabah senilai Rp10 triliun.
Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk mendukung program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) serta PNM Mekaar Syariah, yang secara khusus menyasar perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Sampai dengan tahun ini, nasabah aktif program PNM Mekaar mencapai 15,8 juta orang yang keseluruhannya adalah perempuan dan tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPR Penetapan Mitra Kerja Danantara Dihadiri 398 Anggota Dewan
Penerbitan Orange Bonds ini mendapat respons positif dari pasar, dengan peringkat idAAA untuk obligasi dan idAAAsy untuk sukuk dari lembaga pemeringkat Pefindo. Ranking itu mencerminkan prospek keuangan yang kuat dan stabil, meski diluncurkan di tengah tantangan ekonomi global.
Distribusi efek secara elektronik dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2025, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 9 Juli 2025. Pembayaran kupon atau imbal hasil dilakukan setiap triwulan sejak tanggal emisi.
“Instrumen surat berharga yang secara khusus mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangat terbatas. Inisiatif ini adalah yang pertama dan menjadi bentuk konkret dari semangat kami menghadirkan investasi berdampak,” ujar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, dalam siaran pers pada 30 Juni 2025.
(nng)
Lihat Juga :