Situs Resmi Pemerintah hingga Kampus Berubah Jadi Website Judi Online, Begini Kata Pakar

Senin, 07 Juli 2025 - 20:07 WIB
loading...
Situs Resmi Pemerintah...
Situs resmi milik instansi pemerintah hingga perguruan tinggi di Indonesia berubah menjadi situs judi online. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Situs resmi milik instansi pemerintah hingga perguruan tinggi di Indonesia berubah menjadi situs judi online. Situs milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabalong dengan domain bkpsdm.tabalongkab.go.id dan simpus.banyumaskab.go.id memuat halaman utama bertema judi online lengkap dengan promosi permainan "slot gacor" dan agen taruhan daring.

Kasus serupa juga terjadi pada subdomain milik Universitas Sebelas Maret, ptm.fkip.uns.ac.id dan Universitas Sulawesi Barat ojs.unsulbar.ac.id. Situs tersebut mempromosikan permainan judi digital bermerek Miliarbet, lengkap dengan embel-embel "maxwin" dan bonus ratusan persen.

Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, menyebut kasus ini sebagai puncak dari kelalaian sistemik yang telah berlangsung lama.

"Ini sebenarnya bukan masalah baru. Situs-situs pemerintah daerah itu sangat rentan karena dari awal dibuatnya saja sudah bermasalah," kata Ardi, dikutip Senin (7/7).

Baca Juga: Terungkap, Dana Bansos Rp957 Miliar Dipakai Buat Main Judi Online

Menurut dia banyak situs milik institusi publik dibangun tanpa protokol keamanan digital yang layak. Ia menilai, pengadaan pembuatan situs lebih berorientasi pada harga atau visual, tanpa memperhatikan kompetensi teknis pengembangnya.

"Banyak pengembang situs itu tidak punya sertifikasi keamanan seperti ISO-27001. Padahal itu dasar dalam manajemen keamanan informasi," katanya.

Situs Resmi Pemerintah hingga Kampus Berubah Jadi Website Judi Online, Begini Kata Pakar


Lebih parah lagi, sebagian besar situs tersebut di-hosting oleh pihak ketiga tanpa jaminan keamanan memadai. Hal ini membuatnya lebih mudah disusupi bahkan diubah total oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Universitas Juga Tidak Kebal

Kasus perubahan situs terjadi bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga di lingkungan akademik. Ardi menilai, persepsi bahwa universitas pasti aman karena punya fakultas IT adalah asumsi keliru.

"Belum tentu mereka paham protokol keamanan. Bahkan universitas pun sering terjebak pada masalah yang sama, tidak punya anggaran cukup, dan tidak memahami standar minimal pengamanan digital," tegasnya.

Ia mengutip konsep "six-Ware" dari akademisi Rudy Gultom, yang menempatkan budget ware atau keterbatasan anggaran sebagai akar persoalan paling bawah dalam kerentanan dunia siber.

Selain persoalan teknis, Ardi menilai persoalan keamanan siber di lembaga publik Indonesia juga berkaitan erat dengan minimnya kesadaran dan budaya digital.

"Pimpinan institusi itu seringkali tidak punya wawasan soal keamanan dunia maya. Kalau pimpinannya tidak paham, bagaimana bawahannya?" ujarnya.

Ia juga menyoroti absennya pendidikan budaya digital dan manajemen risiko sejak dini.

"Budaya digital itu tidak dibangun sejak sekolah dasar. Tidak ada dalam kurikulum. Begitu juga budaya memahami risiko, tidak pernah diajarkan," tegasnya.

Baca Juga: 571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Dipakai untuk Judi Online

Ardi menyebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memberikan pedoman standar keamanan. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana institusi-institusi itu membacanya, memahaminya, dan menerapkannya.

"Kalau tidak ada kesadaran dan budaya keamanan, akan terus terulang. Hari ini situs berubah jadi judi online, besok bisa jadi penyebar malware. Ini ancaman serius," ucapnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perputaran Dana Judol...
Perputaran Dana Judol di Indonesia Tembus Rp927 Triliun, Bahayanya Sampai ke Ekonomi
Kolaborasi Perangi Kejahatan...
Kolaborasi Perangi Kejahatan Keuangan, Perbanas: Perbankan Butuh Payung Hukum
Picu Kejahatan Finansial,...
Picu Kejahatan Finansial, Transaksi Judol Nyaris Tembus Rp1.000 Triliun
Dana Rp51 Triliun Lenyap...
Dana Rp51 Triliun Lenyap ke Judol, Ancaman Serius bagi Ekonomi RI
28 Juta Rekening Dormant...
28 Juta Rekening Dormant Dibuka Lagi, PPATK Ungkap Ribuan Terkait Judol
Pengajuan Kartu Kredit...
Pengajuan Kartu Kredit BRI Easy Card via Website Bikin Untung, Ini Syarat dan Langkah Lengkapnya
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Wajib Menang!
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Berita Terkini
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Infografis
Makanan yang Berubah...
Makanan yang Berubah Jadi Racun Jika Disimpan di Kulkas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved