Presiden Ini Serukan Setop Gunakan Dolar AS: Tak Ada Lagi Dominasi Satu Negara
Selasa, 08 Juli 2025 - 21:26 WIB
loading...
A
A
A
Pemimpin Bolivia itu mengutarakan, bahwa saat ini ada "perjuangan yang sangat jelas antara blok lama yakni turunan dari AS dan Eropa versus blok baru yang muncul dari negara-negara BRICS."
“Kami tidak lagi percaya bahwa ada dominasi oleh satu negara di planet kita,” katanya merujuk pada AS.
Dengan mendapatkan status negara mitra BRICS tahun ini, Bolivia memperoleh kesempatan untuk "mengakses pasar besar dan menjadi bagian dari blok yang pasti akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi semua orang," kata Arce.
BRICS yang menggelar KTT pertamanya pada tahun 2009, saat ini terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, Indonesia, dan Iran. Pada awal tahun 2025, Bolivia, Belarusia, Bolivia, Kazakhstan, Malaysia, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan menjadi mitra blok tersebut. Selanjutnya pada bulan Juni, diikuti oleh Vietnam.
Pada awal pekan, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara manapun yang "berpihak" pada BRICS. Dimana Ia menuduh blok ekonomi tersebut mengadopsi "kebijakan anti-Amerika."
“Kami tidak lagi percaya bahwa ada dominasi oleh satu negara di planet kita,” katanya merujuk pada AS.
Dengan mendapatkan status negara mitra BRICS tahun ini, Bolivia memperoleh kesempatan untuk "mengakses pasar besar dan menjadi bagian dari blok yang pasti akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi semua orang," kata Arce.
BRICS yang menggelar KTT pertamanya pada tahun 2009, saat ini terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, Indonesia, dan Iran. Pada awal tahun 2025, Bolivia, Belarusia, Bolivia, Kazakhstan, Malaysia, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan menjadi mitra blok tersebut. Selanjutnya pada bulan Juni, diikuti oleh Vietnam.
Pada awal pekan, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara manapun yang "berpihak" pada BRICS. Dimana Ia menuduh blok ekonomi tersebut mengadopsi "kebijakan anti-Amerika."
Lihat Juga :