Berkat AI, Transjakarta Catat Lonjakan Penumpang Jadi 1,6 Juta per Hari
Rabu, 09 Juli 2025 - 19:52 WIB
loading...
Penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berhasil mendorong peningkatan jumlah penumpang harian Transjakarta secara signifikan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berhasil mendorong peningkatan jumlah penumpang harian Transjakarta secara signifikan. Dengan dukungan sistem digital berbasis AI, operasional armada bus kini lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Director of Innovation Technology & Service PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Rama Raditya, mengatakan jumlah penumpang harian meningkat dari rata-rata satu juta menjadi 1,6 juta orang per hari setelah implementasi sistem digital dan AI.
"Saat ini, kami mengoperasikan sekitar 5.200 bus bekerja sama dengan 22 operator, di mana 900 unit di antaranya dikelola langsung oleh Transjakarta," ujar Rama dalam gelaran World AI Show 2025 di Jakarta, Rabu (9/7).
Baca Juga: Jakarta Sky Fun Run 2025 Pacu Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif
Ia menjelaskan, lonjakan jumlah penumpang ini didorong oleh dua platform digital utama, yakni sistem manajemen operasional bus berbasis AI serta aplikasi mobile yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Aplikasi Transjakarta, yang kini telah diunduh lebih dari satu juta kali, memungkinkan pengguna melacak posisi bus secara real-time, mengetahui estimasi waktu kedatangan, hingga merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Di sisi lain, pusat komando Transjakarta juga menerapkan teknologi computer vision dalam sistem manajemen bus untuk memantau perilaku pengemudi. Teknologi ini mampu mendeteksi pelanggaran seperti kelelahan, tidak menggunakan sabuk pengaman, atau merokok saat mengemudi.
"Peringatan otomatis langsung dikirimkan ke pusat komando dan digunakan dalam sistem pemeringkatan pengemudi, sehingga dapat mendorong disiplin kerja dan keselamatan," tutur Rama.
Baca Juga: MNC Life Berikan Perlindungan bagi Peserta Jakarta Sky Fun Run 2025
Lebih lanjut, AI juga dimanfaatkan untuk menghitung jumlah penumpang di setiap terminal dan di dalam bus berdasarkan data historis. Informasi ini menjadi dasar sistem rekomendasi dalam menjadwalkan pengoperasian bus secara otomatis.
Hasil penjadwalan itu dikirim langsung ke unit onboard (OBU) di setiap bus, sehingga armada yang dioperasikan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Dulu kita sering melihat stasiun bus kosong dengan bus-bus kosong yang datang. Sekarang semuanya lebih efisien, karena distribusi armada lebih tepat sasaran," kata Rama.
Ia menambahkan, efisiensi ini secara langsung berdampak pada pengurangan subsidi yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang selama ini menjadi pemilik utama Transjakarta.
"Dengan AI, efisiensi sangat besar bisa dicapai. Kami optimistis pemanfaatan teknologi ini akan terus memberikan manfaat luas bagi sistem transportasi publik Jakarta," pungkas Rama.
Director of Innovation Technology & Service PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Rama Raditya, mengatakan jumlah penumpang harian meningkat dari rata-rata satu juta menjadi 1,6 juta orang per hari setelah implementasi sistem digital dan AI.
"Saat ini, kami mengoperasikan sekitar 5.200 bus bekerja sama dengan 22 operator, di mana 900 unit di antaranya dikelola langsung oleh Transjakarta," ujar Rama dalam gelaran World AI Show 2025 di Jakarta, Rabu (9/7).
Baca Juga: Jakarta Sky Fun Run 2025 Pacu Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif
Ia menjelaskan, lonjakan jumlah penumpang ini didorong oleh dua platform digital utama, yakni sistem manajemen operasional bus berbasis AI serta aplikasi mobile yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Aplikasi Transjakarta, yang kini telah diunduh lebih dari satu juta kali, memungkinkan pengguna melacak posisi bus secara real-time, mengetahui estimasi waktu kedatangan, hingga merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Di sisi lain, pusat komando Transjakarta juga menerapkan teknologi computer vision dalam sistem manajemen bus untuk memantau perilaku pengemudi. Teknologi ini mampu mendeteksi pelanggaran seperti kelelahan, tidak menggunakan sabuk pengaman, atau merokok saat mengemudi.
"Peringatan otomatis langsung dikirimkan ke pusat komando dan digunakan dalam sistem pemeringkatan pengemudi, sehingga dapat mendorong disiplin kerja dan keselamatan," tutur Rama.
Baca Juga: MNC Life Berikan Perlindungan bagi Peserta Jakarta Sky Fun Run 2025
Lebih lanjut, AI juga dimanfaatkan untuk menghitung jumlah penumpang di setiap terminal dan di dalam bus berdasarkan data historis. Informasi ini menjadi dasar sistem rekomendasi dalam menjadwalkan pengoperasian bus secara otomatis.
Hasil penjadwalan itu dikirim langsung ke unit onboard (OBU) di setiap bus, sehingga armada yang dioperasikan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Dulu kita sering melihat stasiun bus kosong dengan bus-bus kosong yang datang. Sekarang semuanya lebih efisien, karena distribusi armada lebih tepat sasaran," kata Rama.
Ia menambahkan, efisiensi ini secara langsung berdampak pada pengurangan subsidi yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang selama ini menjadi pemilik utama Transjakarta.
"Dengan AI, efisiensi sangat besar bisa dicapai. Kami optimistis pemanfaatan teknologi ini akan terus memberikan manfaat luas bagi sistem transportasi publik Jakarta," pungkas Rama.
(nng)
Lihat Juga :