Kapal Kargo Milik Perusahaan Inggris Dibom Israel di Wilayah Yaman

Kamis, 10 Juli 2025 - 09:08 WIB
loading...
Kapal Kargo Milik Perusahaan...
Israel membom sebuah kapal milik Inggris yang dibajak oleh Houthi sebagai bagian dari gelombang serangan udara terhadap kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Foto/Dok
A A A
Israel membom sebuah kapal milik Inggris yang dibajak oleh Houthi sebagai bagian dari gelombang serangan udara terhadap kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Kapal yang bernama Galaxy Leader, dibajak pada November 2023 dalam serangan bergaya komando dari helikopter yang menarik perhatian dunia.

Kapal kargo tersebut terdaftar di Bahama, dan dimiliki oleh perusahaan Inggris yang sebagian sahamnya dikuasai pengusaha Israel, Rami Ungar.Penyitaan kapal Galaxy Leader menjadi simbol agresi kelompok teror di Laut Merah, dan mereka dilaporkan telah memasang radar pada kapal kargo tersebut, menjadikannya sebagai platform pengamatan terapung. Sementara itu Kru kapal dibebaskan pada Januari 2024, seperti dilansir Telegraph.

Baca Juga: Incar Houthi, Israel Serang 3 Pelabuhan dan 1 Pembangkit Listrik Yaman

Menurut IDF, serangan Israel pada saat itu melibatkan sekitar 50 misil dan bom. Mereka mengatakan serangan itu menjadi yang pertama di Yaman dalam hampir sebulan, merupakan respons terhadap serangan berulang dari Houthi terhadap Israel.

“Angkatan bersenjata rezim teroris Houthi telah memasang sistem radar di kapal, dan menggunakannya untuk melacak kapal-kapal di ruang maritim internasional guna mempromosikan aktivitas teroris Houthi," ungkap IDF.

Kapal Kargo Milik Perusahaan Inggris Dibom Israel di Wilayah Yaman


Sementara itu belum lama ini yang terbaru, Israel melayangkan serangan terhadap Yaman dengan sandi operasi bendera hitam yang mengenai pelabuhan Hodeidah, Ras Isa, dan Salif, serta pembangkit listrik Ras Qantib. Beberapa jam kemudian, Israel mengatakan dua rudal diluncurkan dari Yaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Perang AS-Iran Bikin...
Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
Beli Minyak Dunia Susah,...
Beli Minyak Dunia Susah, Bahlil Cerita 2 Kargo Indonesia Diminta Putar Balik
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Rekomendasi
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved