Pertama Kalinya, Pendapatan Bea Cukai AS Tembus Rp1.621 Triliun Imbas Kebijakan Tarif Trump

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:15 WIB
loading...
Pertama Kalinya, Pendapatan...
Pendapatan bea cukai Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menembus angka bersejarah sebesar USD100 miliar. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Pendapatan bea cukai Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menembus angka bersejarah sebesar USD100 miliar atau setara Rp1.621 triliun pada tahun fiskal 2025. Lonjakan ini dikaitkan dengan peningkatan tajam pengumpulan tarif yang dipicu oleh kebijakan proteksionis mantan Presiden Donald Trump.

Departemen Keuangan AS, dalam laporan resminya yang dirilis Jumat (11/7), menyebutkan bahwa pendapatan tarif pada bulan Juni 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar 27,2 miliar dolar AS, atau sekitar 26,6 miliar dolar AS setelah dipotong pajak. Angka ini mencerminkan kenaikan hampir empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan pendapatan tarif tersebut turut mendorong terjadinya surplus anggaran bulanan sebesar 27 miliar dolar AS, yang dianggap mengejutkan oleh sejumlah analis fiskal. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah fiskal AS, menandai efektivitas kebijakan tarif sebagai sumber pendapatan utama negara.

Baca Juga: Nilai Dagang China-BRICS Tembus Rp10.489 Triliun, Indonesia dan Brasil Jadi Mitra Strategis

Kebijakan tarif yang digagas Trump selama masa kepresidenannya, dan terus ia kampanyekan dalam berbagai kesempatan, kini menunjukkan dampak fiskal yang signifikan. Trump menyatakan bahwa penerapan tarif resiprokal akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 dan diharapkan membawa "uang besar" ke kas negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Rekomendasi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Berita Terkini
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved