Program Pemberdayaan Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Hasil Panen 4 Kali Lipat
Senin, 14 Juli 2025 - 18:18 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat peran sosialnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program TJSL. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat peran sosialnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Salah satu inovasi andalan adalah program Wayame Hydro Bae di Ambon, yang menyasar tantangan akses air bersih dan pertanian berkelanjutan.
Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga memanfaatkan teknologi PORLING (Pompa Ramah Lingkungan) yang mengandalkan energi terbarukan untuk menyalurkan air ke wilayah perbukitan tanpa memerlukan energi tambahan. Hasilnya, masyarakat tak lagi harus menempuh perjalanan hingga dua jam untuk mengambil air bersih.
Program ini juga mencatat capaian signifikan dalam sektor pertanian. Produktivitas tomat yang semula hanya 2,5 ton pada 2021 meningkat hampir empat kali lipat menjadi 9,5 ton pada 2024. Peningkatan ini turut mendongkrak pendapatan petani dan mendorong lahirnya UMKM lokal di sektor pengolahan hasil pertanian.
"Keberlanjutan dibangun dari hal-hal sederhana namun konsisten. Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat jangka panjang dan memberdayakan," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/7).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Inisiasi Desa Energi Berdikari di Desa Besakih
Selain Wayame, Pertamina Patra Niaga juga menjalankan program budidaya perikanan terintegrasi di Cilacap, program daur ulang limbah plastik di Tegal, hingga pelibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi kreatif di Boyolali dan Ternate. Semua program dirancang secara partisipatif bersama masyarakat, pemerintah daerah, serta kelompok rentan.
Heppy menegaskan seluruh inisiatif sosial tersebut tidak sekadar memenuhi kewajiban perusahaan, melainkan bagian dari filosofi hadir dan berdaya di tengah masyarakat. "Ini adalah kerja kolektif seluruh unit operasi kami untuk membangun ekosistem sosial yang tangguh dan mandiri," ujarnya.
Dari sisi keberlanjutan, Pertamina Patra Niaga mengintegrasikan program sosialnya dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utamanya mencakup pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, konservasi lingkungan, serta kesetaraan sosial.
Baca Juga: Stafsus Wapres Tina Talisa Didapuk Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga
Di bidang kesehatan, misalnya, unit operasi di Gorontalo mengembangkan program peningkatan kualitas layanan kesehatan yang terintegrasi dengan edukasi masyarakat. Sementara di Maluku, program peningkatan akses pendidikan untuk anak-anak pesisir turut dijalankan secara intensif.
Capaian berbagai inisiatif tersebut mendapat pengakuan dari ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025. Pada ajang itu, Pertamina Patra Niaga berhasil meraih 14 penghargaan dari berbagai kategori strategis, mencerminkan konsistensi dan efektivitas program TJSL perusahaan di berbagai wilayah operasional.
Penghargaan yang diraih mencakup kategori Economic Empowerment, Health Quality Improvement, Biodiversity Conservation, serta Gender Equality and Social Inclusion. ISRA 2025 sendiri mengusung tema “Driving Impact, Building a Sustainable Future”, dan memberikan 74 penghargaan kepada 51 perusahaan dari berbagai sektor industri.
"Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan penanda bahwa kami berada di jalur yang tepat dalam mendampingi masyarakat membangun masa depan yang lebih baik," tutup Heppy.
Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga memanfaatkan teknologi PORLING (Pompa Ramah Lingkungan) yang mengandalkan energi terbarukan untuk menyalurkan air ke wilayah perbukitan tanpa memerlukan energi tambahan. Hasilnya, masyarakat tak lagi harus menempuh perjalanan hingga dua jam untuk mengambil air bersih.
Program ini juga mencatat capaian signifikan dalam sektor pertanian. Produktivitas tomat yang semula hanya 2,5 ton pada 2021 meningkat hampir empat kali lipat menjadi 9,5 ton pada 2024. Peningkatan ini turut mendongkrak pendapatan petani dan mendorong lahirnya UMKM lokal di sektor pengolahan hasil pertanian.
"Keberlanjutan dibangun dari hal-hal sederhana namun konsisten. Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat jangka panjang dan memberdayakan," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/7).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Inisiasi Desa Energi Berdikari di Desa Besakih
Selain Wayame, Pertamina Patra Niaga juga menjalankan program budidaya perikanan terintegrasi di Cilacap, program daur ulang limbah plastik di Tegal, hingga pelibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi kreatif di Boyolali dan Ternate. Semua program dirancang secara partisipatif bersama masyarakat, pemerintah daerah, serta kelompok rentan.
Heppy menegaskan seluruh inisiatif sosial tersebut tidak sekadar memenuhi kewajiban perusahaan, melainkan bagian dari filosofi hadir dan berdaya di tengah masyarakat. "Ini adalah kerja kolektif seluruh unit operasi kami untuk membangun ekosistem sosial yang tangguh dan mandiri," ujarnya.
Dari sisi keberlanjutan, Pertamina Patra Niaga mengintegrasikan program sosialnya dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utamanya mencakup pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, konservasi lingkungan, serta kesetaraan sosial.
Baca Juga: Stafsus Wapres Tina Talisa Didapuk Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga
Di bidang kesehatan, misalnya, unit operasi di Gorontalo mengembangkan program peningkatan kualitas layanan kesehatan yang terintegrasi dengan edukasi masyarakat. Sementara di Maluku, program peningkatan akses pendidikan untuk anak-anak pesisir turut dijalankan secara intensif.
Capaian berbagai inisiatif tersebut mendapat pengakuan dari ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025. Pada ajang itu, Pertamina Patra Niaga berhasil meraih 14 penghargaan dari berbagai kategori strategis, mencerminkan konsistensi dan efektivitas program TJSL perusahaan di berbagai wilayah operasional.
Penghargaan yang diraih mencakup kategori Economic Empowerment, Health Quality Improvement, Biodiversity Conservation, serta Gender Equality and Social Inclusion. ISRA 2025 sendiri mengusung tema “Driving Impact, Building a Sustainable Future”, dan memberikan 74 penghargaan kepada 51 perusahaan dari berbagai sektor industri.
"Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan penanda bahwa kami berada di jalur yang tepat dalam mendampingi masyarakat membangun masa depan yang lebih baik," tutup Heppy.
(nng)
Lihat Juga :