Tarif Baru AS Ancam Industri Lokal, Impor Pangan dan BBM Bakal Banjiri Pasar RI
Rabu, 16 Juli 2025 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Dia memprediksi beban subsidi energi akan membengkak dari alokasi awal Rp203,4 triliun di RAPBN 2026 menjadi Rp300-Rp320 triliun akibat ketergantungan impor BBM dan LPG. Krisis energi ini diperparah dengan kekhawatiran Indonesia akan terpaksa membeli migas dari AS dengan harga di atas pasar. "Ini momentum tepat untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada fosil," saran Bhima.
Baca Juga: Bukan Cuma-cuma, Impor Minyak hingga Beli Pesawat AS Jadi Syarat Trump Pangkas Tarif Indonesia 19%
Di sektor pangan, tarif 0% untuk gandum AS berpotensi menekan harga produk turunannya seperti mi instan dan roti. Namun di sisi lain, petani dan produsen pangan lokal akan kesulitan bersaing. "Konsumen mungkin senang harga turun, tapi industri lokal yang terancam," papar Bhima.
Sebagai solusi, Bhima mendorong pemerintah memanfaatkan perjanjian dagang dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) yang baru disahkan. "Kita perlu diversifikasi pasar agar tidak terlalu bergantung pada AS," tegasnya.
Baca Juga: Bukan Cuma-cuma, Impor Minyak hingga Beli Pesawat AS Jadi Syarat Trump Pangkas Tarif Indonesia 19%
Di sektor pangan, tarif 0% untuk gandum AS berpotensi menekan harga produk turunannya seperti mi instan dan roti. Namun di sisi lain, petani dan produsen pangan lokal akan kesulitan bersaing. "Konsumen mungkin senang harga turun, tapi industri lokal yang terancam," papar Bhima.
Sebagai solusi, Bhima mendorong pemerintah memanfaatkan perjanjian dagang dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) yang baru disahkan. "Kita perlu diversifikasi pasar agar tidak terlalu bergantung pada AS," tegasnya.
(nng)
Lihat Juga :